Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Desember 2022 | 00.48 WIB

Upaya Membuat Konten Viral, Jangan Sampai Korbankan Moral

Ilustrasi: Massifnya penggunaan media sosial, banyak masyarakat berlomba-lomba membuat konten viral. /Jpc - Image

Ilustrasi: Massifnya penggunaan media sosial, banyak masyarakat berlomba-lomba membuat konten viral. /Jpc

JawaPos.com- Jakarta, Di tengah massifnya penggunaan media sosial, banyak masyarakat berlomba-lomba membuat konten. Isinya beragam, yang penting bisa viral. Masyarakat diingatkan supaya upaya jadi viral jangan sampai mengorbankan aspek moral.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Literasi Digital Sektor Kelompok Masyarakat Rizki Ameliah kepada wartawan Rabu (30/11). Dia mengingatkan konten-konten yang viral di media sosial, tidak semuanya mengusung isi atau pesan positif. Bahkan sejumlah konten yang viral, isinya justru negatif.

Untuk itu dia menekankan perlunya edukasi kepada masyarakat. Supaya dalam mengejar produksi konten yang viral, jangan sampai melupakan moral. Diantara metode yang bisa dilakukan adalah melalui talkshow langsung kepada masyarakat. "Metode ini dinilai mampu memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat," kata Rizki dalam festival Literasi Digital Kementerian Kominfo.

Menurut dia tidak menutup kemungkinan dari peserta talkshow, nantinya ada yang menjadi influencer, konten kreator, vlogger, atau sejenisnya. Dengan adanya pembekalan literasi digital, konten yang mereka produksi nantinya bisa viral, tapi tetap mengusung pesan positif dan menjaga moral.

"Moral bisa disamakan dengan etika," tandasnya. Dia mencontohkan ketika memasuki rumah orang lain, maka sebaiknya memberi salam ataupun permisi. Begitupun dengan membuat konten ataupun masuk ke konten orang lain, kita sebaiknya tidak langsung berkomentar negatif atau semacamnya. Maka dari itu, etika yang kita tanam di dunia nyata, seharusnya juga diterapkan didalam dunia maya atau digital.

Sementara itu Angga Nggok salah satu konten kreator dari Podkesmas menyampaikan tips dan trik membuat konten viral, tanpa mengorbankan moral. Diantaranya selalu konsisten menyelipkan pesan-pesan moral untuk disampaikan kepada penonton atau pendengar.

"Konten yang menghibur tetap harus mempunyai border atau batasan," katanya. Jadi konten yang menghibur, isinya bukan hanya berisi candaan tanpa mempunyai edukasi. Dia mengungkapkan, seringkali menemukan beberapa orang yang membuat konten di luar nalar.

Konten yang dibuat di luar nalar tersebut, hanya mengincar viral saja. Tanpa mementingkan pesan positifnya. Jadi lebih baik kita membuat konten yang original dan mempunyai branding tersendiri, atau be your self. Menurut dia kemampuan membuat konten adalah keterampilan khusus. Sehingga perlu terus diasah dengan rutin memproduksi karya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore