Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Februari 2024 | 23.36 WIB

PBNU Dukung Agenda Kebudayaan Daulat Budaya Nusantara Bersama Lesbumi

Pegiat Daulat Budaya Nusantara dan Lesbumi menemui Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. - Image

Pegiat Daulat Budaya Nusantara dan Lesbumi menemui Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

JawaPos.com–Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) gelar konferensi pers terkait Pemilu 2024. Turut hadir dalam acara itu Ketua Lesbumi NU Kyai Jadul Maula dengan Pakar Pertahanan Kebudayaan Teguh Haryono, inisiator Gerakan Daulat Budaya Nusantara.

Sebelumnya pada 14 Februari, Daulat Budaya Nusantara menggelar Kenduri Budaya yang merilis video klip Daulat Budaya Nusantara ciptaan Sujiwo Tejo dengan tajuk Kidung Cinta pada Sebuah Ranjang di 14 titik di Nusantara.

”Saya merasa terhormat diundang PBNU bersama Lesbumi untuk menyikapi perkembangan bangsa pasca Pemilu 2024. Seperti yang berulang kali saya sampaikan, pertahanan terbaik bangsa Indonesia adalah kebudayaan,” ungkap Teguh Haryono, Pakar Pertahanan Kebudayaan yang menginisiasi gerakan Daulat Budaya Nusantara.

Menurut Teguh, konferensi pers PBNU penting untuk meredam residu Pemilu 2024. Seperti tema kegiatan Kenduri Budaya di 14 titik bersama Lesbumi pada hari pencoblosan, dengan tajuk Meruwat Nusantara Mendamaikan Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan dukungan terhadap agenda Kenduri Budaya yang dibuat Daulat Budaya Nusantara dan Lesbumi. Gerakan kebudayaan itu mampu mempertemukan dan merekatkan perbedaan pandangan politik yang muncul seiring dengan pelaksanaan kontestasi pilpres.

”Kami juga berikhtiar dengan menginisiasi semacam gerakan, yang sudah kami mulai sebetulnya sejak hari pencoblosan kemarin, pada malam harinya. Kita lakukan, apa yang kita sebut sebagai gerakan mengawal kemenangan Indonesia. Itu kita lakukan dengan doa bersama dan dialog, dengan mengundang semua yang terlibat dari berbagai pihak,” papar Gus Yahya sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU.

Kenduri Budaya adalah rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Lesbumi PBNU dengan Daulat Budaya Nusantara (DBN) Gerakan Rekonstruksi Kebudayaan Nasional yang diinisiasi antara lain oleh Teguh Haryono beserta Budayawan Sujiwo Tejo dan kawan-kawan.

”Kami mengingatkan kembali serta mengajak berbagai elemen masyarakat menggunakan tata nilai jati diri bangsa Indonesia yang telah ada sejak zaman Nusantara. Antara lain gotong royong, persatuan, cinta damai, pantang menyerah,” tambah Ketua Lesbumi PBNU Kiai Jadul Maula.

Menurut dia, tata nilai tersebut terwujud dalam ekspresi budaya yang beraneka ragam. Lesbumi beserta Daulat Budaya Nusantara mewadahi ekspresi tersebut sebagai sarana menjalin silaturahmi kembali sebagai satu bangsa.

Dia menjelaskan, bentuk kegiatan yang sudah dilakukan antara lain Kenduri Budaya di Tirto Jati Mojokerto, Pesantren Budaya Ndalem Wongsorogo, Kendal; dan Pesantren Budaya Kaliopak Jogjakarta. selain itu, pada 14 Februari diselenggarakan secara serentak acara Merayakan Kemenangan Indonesia di 14 kota. Yakni Bojonegoro, Jogja, Gresik, Pasuruan, Banyuwangi, Wonogiri, Kebumen, OKU, Makassar, Manado, Tasikmalaya, Majalengka, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara.

”Kegiatan ini akan terus diselenggarakan hingga 99 titik di Nusantara, termasuk 7 titik di Asia Tenggara, melibatkan lebih dari 900 komunitas dengan Lesbumi di masing-masing daerah sebagai motor penggerak,” terang Kiai Jadul Maula.

”Mungkin tidak mudah tapi bukan berarti tidak mungkin. Semoga apa yang kita lakukan sebagai bentuk pelaksanaan tugas sebagai manusia dalam merawat jagat dan membangun peradaban,” tambah dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore