Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Januari 2024 | 02.54 WIB

Tak Gentar Isu Wadas Diangkat Dalam Debat Pilpres 2024, Ganjar Pranowo: Kami Dilatih Bertanggungjawab

Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menghadiri kegiatan dialog bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (11/1/2024). - Image

Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menghadiri kegiatan dialog bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (11/1/2024).


JawaPos.com - Seperti yang kita ketahui, masalah Wadas dan Ganjar Pranowo adalah salah satu isu yang paling kontroversial di Indonesia beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, calon presiden Ganjar Pranowo mengku tak gentar apabila isu pembangunan bendungan Wadas di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah diangkat ke dalam debat Pilpres 2024.

Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengaku sudah siap dengan apapun kemungkinan yang ada dalam debat Pilpres 2024 mendatang.

Apalagi, debat keempat pilpres 2024 nanti akan menampilkan dan mengangkat tema pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa.

"Sebaiknya dibahas (isu soal Wadas), karena tadi saya ceritakan ke kawan-kawan yang ada di ruangan ini bertanya tentang semen Rembang yang saya selesaikan, meskipun itu bukan program Pemprov," kata Ganjar di usai menghadiri acara bertema 'Menantang Ganjar Pranowo' di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Minggu (14/1).

Ganjar menegaskan, pembangunan bendungan Wadas merupakan proyek strategis nasional (PSN), tetapi dirinya punya beban tanggung jawab untuk menyelesaikannya.

"Wadas itu saya selesaikan, itu PSN. Karena kami dilatih bertanggungjawab ya dan selesai, insya Allah selesai," tegas Ganjar.

"BPN membantu menyiapkan dananya, nah kami menyelesaikan itu dengan baik," sambungnya.

Ganjar mengutarakan, yang menjadi sorotan publik hanya saat terjadi konflik. Ia menekan, dirinya pernah menolak pembangunan proyek semen di Kebumen, serta pernah menolak proyek tambang emas di Wonogiri.

"Karena tidak memenuhi syarat lingkungan," cetus Ganjar.

Dilansir dari pemberitaan JawaPos.Com sebelumnya, isu wadas bermula dari rencana pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

Pembangunan bendungan ini membutuhkan lahan seluas 123 hektar, termasuk lahan yang dihuni oleh warga Desa Wadas.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang saat itu dipimpin oleh Ganjar Pranowo, menyatakan bahwa pembangunan bendungan Bener merupakan proyek strategis nasional yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air di Jawa Tengah.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore