JawaPos.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengutuk keras tindakan terorisme yang keji dan pengecut di provinsi Kerman Iran, yang merupakan tempat kelahiran dan makam Mayjen Qassem Soleimani, pahlawan nasional dan internasional dalam perang melawan terorisme, yang mengakibatkan 95 warga Iran meninggal dunia.
"Tidakan kejahatan dan teroris itu dinilai menunjukkan betapa besarnya kejahatan dan kekejaman musuh-musuh bangsa Iran. Mereka dengan pendekatan kekerasan dan kejahatan mencoba untuk mengincar harapan palsu mereka yaitu dapat keluar dari krisis yang mereka buat sendiri," tulis Kedubes Iran dalam keterangan resminya, Kamis (4/1).
Kedubes Iran di Indonesia menyesalkan aksi kejahatan keji terhadap warga negara Iran, telah memperkuat persatuan masyarakat Iran dengan cita-cita Mayjen Soleimani serta memperkuat solidaritas bangsa besar Iran. Hal ini pun telah memperdalam permusuhan dan
kebencian pihak musuh.
Republik Islam Iran dengan akan menggunakan seluruh kapasitas diplomatik, politik, hukum dan internasionalnya untuk mengutuk serangan teroris yang penuh kebencian ini di seluruh dunia
dan mengadili para pelaku dan pihak-pihak yang menjadi otak (Intellectual Actors) dibalik serangan ini.
"Pihak Kedubes Iran mengungkapkan, sejak awal pembentukan illegal rezim Zionis, teror telah menjadi salah satu alat dan pendekatan Zionis untuk memajukan kepentingan mereka," tulis Kedubes Iran.
Di tengah kejahatan brutal, tindakan illegal dan serangan mematikan terhadap Gaza, rezim Zionis terus melakukan aksi teroris yang agresif di wilayah Suriah. Tindakan yang disengaja ini khususnya ditujukan terhadap penasihat militer Iran, yang telah hadir di negara ini secara sah dan atas permintaan resmi Republik Arab Suriah sejak beberapa tahun silam. Dimana mereka telah dan terus memainkan peran penting dalam perang melawan terorisme, kekerasan dan ISIS.
Pihak Kedubes Iran menyatakan, Syahid Seyed Razi Mousavi merupakan penasihat militer senior Iran, yang menjalankan misi
untuk mendukung tentara Suriah dalam perang melawan terorisme. Ia menyumbangkan hidupnya dan menjadi syahid ketika tiga roket yang ditembakkan oleh rezim Zionis dari dataran tinggi Golan yang didudukinya.
"Aksi keji dan teroris ini merupakan serangan kedua terhadap
penasihat militer Iran pada bulan ini setelah serangan serupa yang dilakukan rezim Israel pada tanggal 02 Desember 2023. Sayangnya, serangan sebelumnya juga menyebabkan tewasnya dua penasihat militer Iran bernama Mohammad Ali Atai dan Panah Taghizadeh," papar pihak Kedubes Iran.
Republik Islam Iran menekankan hak yang melekat pada Republik Arab Suriah berdasarkan hukum internasional untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan sebagai tindakan balasan terhadap serangan teroris dan tindakan agresif rezim Israel terhadap kedaulatan,
kemerdekaan, dan integritas wilayah negara ini.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa rezim Israel harus bertanggung jawab atas hilangnya nyawa-nyawa yang tak berdosa. Rezim ini juga harus bertanggung jawab atas kejahatannya terhadap warga dan infrastruktur sipil di Republik Suriah.
"Republik Islam Iran meminta Sekretaris Jenderal dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mematuhi kewajibannya berdasarkan Piagam PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional dari ancaman kejahatan, agresi dan tindakan teror rezim Israel yang menjadi ancaman serius terhadap perdamaian dan membahayakan keamanan global, dikarenakan rezim Zionis ini harus dipaksa untuk mematuhi hukum internasional dan menghentikan kegiatan-kegiatannya yang mengganggu stabilitas di kawasan," pungkasnya.