Sejumlah petugas PT JNK patroli di Tol Ngawi-Kertosono. (Radar madiun)
JawaPos.com – Baru-baru ini, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) membeberkan angka Kecelakaan Lalu Lintas (laka lantas) yang terjadi di Tol Ngawi-Kertosono selama periode pemantauan Januari-November 2023.
Dilansir dari Radar Madiun (JawaPos Grup), Direktur Teknik Operasi PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Historya Ayanda mengungkap bahwa, terdapat total sebanyak 60 kejadian laka lantas di Tol Ngawi-Kertosono selama periode Januari-November 2023.
Historya juga menuturkan bahwa dari 60 kejadian laka lantas di Tol Ngawi-Kertosono tersebut, setidaknya merenggut dua puluh korban jiwa yang meninggal dunia.
Baca Juga: Pemasangan Ekskalator Pasar Baru Kertosono Alami Kemunduran, Kepala PUPR Nganjuk Beri Penjelasan
''Sepanjang Januari-November tahun ini, total 20 korban meninggal,'' kata Direktur Teknik Operasi PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Historya Ayanda, Jumat (22/12), seperti yang dikutip Radar Madiun (JawaPos Grup).
Selain menimbulkan adanya korban jiwa, ada juga puluhan korban lainnya yang mengalami luka-luka. Berdasarkan catatan PT JNK, jumlahnya mencapai 33 korban yang mengalami luka berat dan 82 yang mengalami luka ringan.
Menurutnya, data tersebut memang lebih rendah ketimbang kejadian laka lantas pada Januari-November 2022. Di tahun 2022 itu, tercatat ada 65 kejadian, dengan 82 korban luka berat, 87 luka ringan, dan 21 meninggal dunia.
''Januari-November tahun lalu, yang meninggal 21 korban,'' sebutnya, seperti yang dikutip Radar Madiun (JawaPos Grup).
Kendati demikian, jumlah kejadian dari kedua waktu tersebut masih tak begitu jauh berbeda. Dan hal inilah yang kemudian membuat masyarakat bertanya-tanya terkait penyebab laka lantas yang terjadi di Tol Ngawi –Kertosono itu selama ini.
Menjawab pertanyaan tersebut, Historya pun buka suara terkait penyebab sebagian besar laka lantas yang terjadi di Tol Ngawi –Kertosono itu.
Terkait laka lantas yang terjadi di Tol Ngawi –Kertosono, Historya menuturkan bahwa hal tersebut mayoritas disebabkan faktor human error atau faktor kesalahan dari manusia itu sendiri.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
