
Suasana gedung bertingkat di selimuti kabut polusi udara, Jakarta, Rabu (23/8).
JawaPos.com - Seperti halnya saat membersihkan kaki dengan air laut yang membawa pasir, begitulah kira-kira kondisi rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara tahun 2022 lalu. Rasanya tiap usaha untuk membersihkan debu-debu hitam yang masuk ke pekarangan rumah menjadi sia-sia saja.
Bersih yang kasat mata itu tak pernah bertahan lama. Dibawa oleh angin dari musim baratan, debu-debu yang diduga berasal dari salah satu cerobong perusahaan yang menggunakan bahan batu bara itu telah menyelimuti langit warga Marunda. Membuat keruh dan tak enak dipandang.
Begitu kira-kira yang digambarkan Detty, 67, saat dirinya mesti disapa debu-debu hitam tiap terbangun dari tidur. Hal yang membuat dirinya mau tak mau harus langsung menyapu sejak mata melek.
Itu memang cerita lama. Namun, perempuan yang akrab disapa dengan sebutan eyang itu menderita dampak buruk akibat kualitas udara di kawasan tempat tinggalnya tersebut. "Itu tahun 2022 saya sakit sampai berapa bulan nyesek, ya," kata Eyang Detty kepada JawaPos.com, Kamis (14/12).
Meskipun tiap hari dirinya membersihkan debu-debu hitam yang tampak di rumahnya, ia tak menyadari bahwa sebagian debu-debu itu masuk ke tubuh, membuat sesak dan merasakan batuk berkepanjangan.
Baru di bulan Agustus 2022 ia merasakan dampak dari kualitas udara yang buruk telah membuat kondisi tubuhnya pun tak kalah buruk. Hingga memutuskan untuk ke rumah sakit dan melakukan rontgen, barulah Eyang Detty menyadari bahwa selama ini ia hanya fokus membersihkan rumahnya, sedangkan tubuhnya sudah kotor dengan udara yang terhirup.
"Jadi karena beberapa kali rontgen, bilangnya dia (dokter) nggak bilang dari debu ini, tapi dari udara," ungkapnya.
Kalau tak salah ingat, ia mengatakan bahwa saat itu dirinya didiagnosa mengalami batuk bronkitis. Sehingga, mau tak mau mesti diambil tindakan operasi pada Agustus 2022 lalu.
"Agustus akhirnya dioperasi karena batuk berkepanjangan, nyesek gitu," ucapnya.
Perempuan yang sudah single parent itu mengatakan baru mulai merasa baikan setelah diambil tindakan operasi. Apalagi belakangan debu hitam tampak secara kasat mata sudah tak lagi bertebaran di rumahnya.
"Ya udah saya nggak ini. Cuma kadang sekali-kali ya batuk berat masih berasa gitu. Cuma untuk napas udah jarang (sesak). Saya batuk langsung berobat," tuturnya.
Perjuangan Warga Marunda Dapatkan Hak Udara Bersih
Divisi Media dan Informasi Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (FMRM) Cecep Supriyadi menceritakan bahwa kondisi lingkungannya amat memprihatinkan saat debu hitam yang diduga berasal dari PT Karya Citra Nusantara (KCN) melingkup. Ia mengatakan banyak warga yang mengeluhkan terkena masalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Tak hanya itu, menurutnya ada banyak anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang ikut terdampak akibat udara kotor tersebut.
"Yang paling banyak terjadi itu ISPA dan gatal-gatal sering dirasakan warga. Berobat, sembuh, berobat lagi. Kambuhan," ucap Cecep.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
