JawaPos.com - Di tengah kian memanasnya aktivitas Pemilu 2024, Kementerian Agama (Kemenag) memiliki gawe akbar. Yaitu peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78 pada Januari 2024.
Kemenag memutuskan membatalkan kegiatan jalan sehat. Antisipasi potensi disusupi kegiatan kampanye politik, Pileg maupun Pilpres.
Persiapan penyelenggaraan HAB ke-78 itu disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Ahmad Zainul Hamdi. "HAB (sekarang) kita sadari di tengah-tengah nuansa Pemilu," katanya di Jakarta pada Selasa (19/12).
Pejabat yang akrab disapa Inung itu, bertindak sebagai ketua HAB ke-78 Kemenag. Inung menegaskan salah satu kegiatan dalam rangkaian HAB setiap tahunnya, selalu ada jalan bersama.
"Tahun ini kita take-down," tandasnya.
Keputusan itu diambil untuk menjaga ketertiban umum. Jangan sampai kegiatan jalan santai merayakan HUT Kemenag itu, justru disusupi oleh kegiatan kampanye politik. Baik itu Pileg maupun Pilpres.
Seperti diketahui, saat ini setiap ada aktivitas massa, kerap dimanfaatkan untuk kampanye politik. Misalnya pada gelaran car free day. Meskipun sudah ada aturan larangan kampanye politik di acara car free day, masih saja bisa dimodifikasi dengan acara-acara lainnya.
Dia mengatakan menyambut tahun politik, Kemenag tegak lurus sesuai dengan amanah konstitusi. Yaitu bersikap netral dan menghindari politik praktis.
Tidak hanya untuk Kemenag di level pusat saja. Tetapi sampai di jaringan Kemenag di tingkat provinsi, kabupaten, kota, dan kecamatan sekalipun.
Inung menekankan Kemenag berupaya terus menjaga kerukunan umat beragama. "Dalam kondisi apapun, umat beragam hatus tetap rukun," katanya.
Termasuk pada masa Pemilu seperti sekarang ini. Perbedaan pilihan politik, jangan sampai merusak kerukunan umat beragama yang sudah baik saat ini.
Pada kesempatan yang sama Staf Khusus Menag Wibowo Prasetyo menuturkan Pemilu adalah pesta demokrasi. Maka dijalani dengan riang serta gembira.
"Kerukunan umat beragama nomor satu," katanya.
Wibowo mengatakan Kemenag ingin ambil bagian dalam pusaran tahun politik itu. Tetapi sebatas untuk menjaga umat beragama tetap rukun. Menurut dia visi Indonesia emas pada 2045 nanti, bisa terwujud salah satunya dengan kerukunan umat beragama.