
Kampus Unair. Dok JawaPos
JawaPos.com – Perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN BH) mendapat tambahan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek. Jumlahnya mencapai Rp 1,9 triliun.
Anggaran itu diberikan kepada 21 PTN BH melalui dua skema. Yakni, Program Revitalisasi PTN bagi 16 PTN BH dan Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi bagi 5 PTN BH yang masuk top 500 universitas berkelas dunia.
Plt Dirjen Diktiristek Nizam menjelaskan, penambahan anggaran tersebut merupakan salah satu komitmen pemerintah dalam berinvestasi di pendidikan tinggi. Khususnya dalam membangun daya saing bangsa.
Menurut dia, penambahan investasi sangat penting untuk memperkuat kemandirian PTN BH. Mengingat, program revitalisasi PTN BH dilakukan sebagai upaya untuk mengakselerasi transformasi pendidikan tinggi melalui peningkatan kualitas lulusan, dosen, kurikulum, hingga pembelajaran yang diukur melalui delapan indikator kinerja utama (IKU).
”Saya harap bapak dan ibu rektor dapat menjalankan programnya dengan baik serta meningkatkan produktivitas PTN BH yang telah disepakati melalui indikator kinerja utama,” tuturnya kemarin (2/12).
Bagi Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Airlangga (Unair) yang mendapatkan pendanaan sebagai pusat unggulan riset, Nizam memberikan mandat khusus. Lima PTN BH itu diamanatkan untuk mengembangkan riset-riset di bidang perubahan iklim yang dikemas dalam lima tema utama. Yaitu, pangan, energi, kesehatan, konservasi, dan bencana alam.
”Kelima tema yang sudah dipilih diharapkan dapat membangun impact yang nyata,” tegasnya. Bukan hanya bagi perguruan tinggi terkait, tetapi juga bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Plt Sekretaris Ditjen Diktiristek Tjitjik Sri Tjahjandarie menyatakan, anggaran itu bisa menjadi peluang untuk merevitalisasi sumber daya di PTN BH. Karena itu, perguruan tinggi diharapkan bisa mengoptimalkan pelaksanaan program dengan baik.
Teknis pencairan anggaran, kata Tjitjik, bakal dimulai dengan penyaluran 80 persen pada tahap awal. Sisanya, 20 persen, akan dicairkan setelah melalui evaluasi dan pemantauan secara berkala oleh Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek. (mia/c14/fal)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
