
Balon helium meledak dalam upacara perayaan Hari Guru di SDN Cimuning, Mustikajaya, Bekasi/ sumber : akun Instagram @peristiwa_bekasi
Jawapos.com - Upacara perayaan Hari Guru yang dilaksanakan di SDN Cimuning, Mustikajaya, Bekasi pada Sabtu (25/11) berakhir tragis.
Upacara perayaan Hari Guru yang seharusnya diisi dengan keceriaan dan kesenangan tersebut, menyebabkan sejumlah korban luka yang diantaranya adalah guru.
Dalam video yang beredar, salah satunya di akun Instagram Peristiwa_bekasi, terlihat para guru dan siswa yang sedang berkumpul melakukan upacara perayaan Hari Guru pada sebuah lapangan sekolah.
Perayaan tersebut ditandai dengan proses pelepasan sejumlah balon helium oleh guru-guru yang berkumpul di tengah lapangan.
Namun naas, saat balon akan dilepas, tiba-tiba muncul kobaran api yang cukup besar yang berasal dari balon helium.
Akibatnya, terlihat sejumlah siswa dan guru yang ketakutan dan berteriak berusaha menjauh dari kobaran api.
Diketahui baru-baru ini, ternyata pelepasan balon dilakukan menggunakan korek api oleh salah seorang guru laki-laki.
Diduga dari korek api itulah asal mula balon bisa meledak dan mengeluarkan kobaran api yang cukup besar.
Akibat insiden tersebut, sejumlah guru menjadi korban karena terkena kobaran api dari ledakan gas yang ada di dalam balon.
Beberapa korban dari ledakan balon tersebut kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat untuk memperoleh pertolongan.
Diketahui sebelumnya, peringatan Hari Guru Nasional merupakan bentuk penghargaan atas jasa dan peran guru-guru di Indonesia yang dirayakan setiap tanggal 25 November.
Perayaan tersebut biasanya diperingati dengan melaksanakan upacara atau pemberian penghargaan untuk para guru yang telah berjasa.
Keputusan Hari Guru Nasional ini diatur dalam Keputusan Presiden (KEPPRES) Nomor 78 Tahun 1994 oleh Presiden Soeharto.
