
Ilustrasi: Konten podcast banyak dinikmati sebagai edukasi.
JawaPos.com - Saat ini selain vlog atau video blog, video tutorial dan Do It Yourself atau DIY, konten siniar atau podcast juga banyak diminati oleh masyarakat. Selain bisa dilihat, bagi mereka yang tak suka menonton dan lebih tertarik mendengar, podcast saat ini memiliki segmen pasarnya sendiri.
Tak heran, banyak kreator konten di berbagai platform saat ini juga banyak yang berlomba-lomba membuat podcast, dengan paling banyak masih di YouTube, memadukan konten audio dan visual sekaligus. Selain buat sarana entertainment, podcast juga banyak yang dijadikan rujukan atau inspirasi belajar.
Hal ini didukung oleh Populix yang meluncurkan survei baru berjudul “Podcast Trends Unveiled: Indonesia's Podcast Streaming Habits”. Survei tersebut mengungkap kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengakses podcast sebagai sumber informasi dan hiburan baru.
Dalam laporan ini, Populix menemukan bahwa mayoritas responden mengakses podcast sebanyak 4-6 kali dalam seminggu. Selain itu, YouTube dan Spotify menjadi platform yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia dalam menikmati konten podcast.
“Melalui laporan ini kami melihat bahwa saat ini podcast telah menjadi salah satu konten digital yang populer di Indonesia, baik dalam bentuk video maupun audio. Masyarakat Indonesia mengakses podcast untuk mencari inspirasi, hiburan, informasi terbaru, atau bahkan sekedar mengisi waktu luang mereka," ungkap Timothy Astandu, Co-Founder dan CEO Populix di Jakarta.
Timothy melanjutkan, naiknya popularitas podcast tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor, seperti kemudahan dalam mengakses kontennya, hingga beragam konten menarik dan berkualitas yang ditawarkan. Kemudian, pertumbuhan kreator konten dan audiens di Indonesia pun menjadikan podcast semakin trending digunakan.
"Hal ini terlihat dari hasil survei yang menyebutkan mayoritas responden menyukai konten podcast dengan kehadiran KOL (Key Opinion Leader) di siaran tersebut,” lanjut Timothy.
Survei menunjukkan rata-rata responden mendengarkan podcast sebanyak 3-4 kali dalam seminggu dengan mayoritas responden (49%) mendengarkan podcast 4-6 kali dalam seminggu. Responden biasa mengakses podcast pada waktu-waktu istirahat sepulang beraktivitas, yaitu pukul 20.00-22.00 (44%) dan pukul 17.00-20.00 (29%).
Adapun durasi podcast yang ideal menurut mayoritas responden berkisar antara 20-60 menit per episode. Dalam menikmati podcast, mayoritas responden lebih memilih podcast dalam format video. Hal ini terlihat dari 48% responden yang mengatakan lebih menyukai podcast dalam bentuk video, 35% menikmati baik podcast dalam bentuk video maupun audio, dan 17% yang lebih memilih mendengarkan podcast audio saja (17%).
YouTube (81%) unggul sebagai platform yang paling digemari responden untuk mendengarkan podcast video, disusul oleh TikTok (10%), Instagram Reels (3%), dan Snack Video (2%). Sementara itu, platform yang paling sering digunakan responden untuk mendengarkan podcast dalam format audio adalah Spotify (72%), disusul dengan Noice (15%), Google Podcast (8%), Apple Podcasts (2%), Overcast (1%), Anchor (1%), Player.fm (1%) dan Soundcloud (1%).
Survei ini juga mengungkap jenis konten podcast pilihan responden yaitu interview antara host dengan KOL (75%), podcast dengan lebih dari satu host (57%) dan podcast monolog (39%). Genre podcast yang paling disukai responden yaitu komedi dengan 67% responden yang memilih, diikuti dengan motivasi & inspirasi (62%), pengembangan diri (60%), kesehatan & gaya hidup (52%), horor & misteri (47%), teknologi (42%), cerita & drama (39%), edukasi (38%), bisnis (37%), sosial budaya (37%), keluarga & romansa (33%), religi (32%), berita & politik (30%) dan olahraga (28%).
“Temuan-temuan ini menyiratkan tumbuhnya podcast sebagai channel marketing baru yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri. Dengan konten dan pilihan KOL yang tepat, podcast dapat menjangkau target audiens secara efektif, baik dalam bentuk video maupun audio,” tutup Timothy.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
