Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 November 2023 | 01.09 WIB

Dalam Sepekan, Terhitung 1.000 Pengungsi Rohingya Tiba di Aceh dengan Keadaan Memprihatinkan

Para muslim Rohingya ketika tiba di sebuah pantai di Sabang, Aceh, Indonesia pada Rabu (22/11). (Sumber: REUTERS/Riska Munawarah) - Image

Para muslim Rohingya ketika tiba di sebuah pantai di Sabang, Aceh, Indonesia pada Rabu (22/11). (Sumber: REUTERS/Riska Munawarah)

JawaPos.com -  Lebih dari 200 orang etnis Rohingya telah mendarat di provinsi Aceh, Indonesia, pada Selasa (21/11) malam.

Total sudah ada 1.000 orang minoritas muslim Myanmar yang datang ke provinsi tersebut dalam kurun waktu seminggu, kata seorang pemimpin komunitas nelayan di provinsi itu dilansir dari Reuters.

Selama November hingga April, banyak anggota minoritas yang teraniaya meninggalkan Myanmar dengan kapal seadanya menuju Thailand, Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim.

Ketua komunitas nelayan Aceh, Miftach Cut Adek mengatakan bahwa kedatangan terakhir berjumlah 216 orang yang terdiri dari sebagian besar perempuan dan anak-anak telah tiba di dekat Sabang, di ujung utara pulau Sumatra, pada Selasa (21/11) malam.

Mitra Salima Suryono, juru bicara badan pengungsi PBB di Indonesia, mengatakan bahwa para pengungsi Rohingya ini mencari suaka untuk berlindung dan mencari kehidupan yang lebih layak dan aman.

"Alasan mereka bermigrasi adalah untuk mencari kehidupan yang lebih aman," kata Mitra.

Mitra mengatakan penduduk desa Aceh telah berusaha mencegah ratusan orang Rohingya mendarat di daerah Bireuen di timur laut Sumatera pada pekan lalu, meskipun mereka akhirnya berhasil mendarat pada Minggu (19/11).

Selama bertahun-tahun, warga Rohingya telah meninggalkan Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Buddha.

Secara umum, mereka dianggap sebagai penyelundup asing dari Asia Selatan, ditolak kewarganegaraannya, dan menjadi sasaran pelecehan.

Hampir satu juta warga Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi di distrik perbatasan Bangladesh, Cox's Bazar, sebagian besar setelah melarikan diri dari tindakan kekerasan yang dipimpin oleh militer Myanmar pada 2017.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan pihaknya 'tidak mempunyai kewajiban atau kapasitas untuk menampung pengungsi, apalagi memberikan solusi permanen'.

Usman Hamid, direktur kelompok hak asasi manusia Amnesty International Indonesia, menyerukan pihak berwenang untuk menerima warga Rohingya dan berbicara dengan negara tetangga, terutama Malaysia dan Thailand, tempat warga Rohingya juga sering singgah untuk mencari dan menemukan solusi bersama.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore