
Nyamuk Wolbachia. Sumber: (Foto: Dokumentasi Kemenkes)
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan RI baru-baru ini menerapkan inovasi teknologi nyamuk wolbachia untuk menurunkan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.
Adapun nyamuk wolbachia yang belakangan disebut, merupakan nyamuk aedes aegypti yang diinfeksi dengan bakteri wolbachia.
Diketahui, wolbachia merupakan bakteri yang hanya dapat hidup di dalam tubuh serangga, termasuk nyamuk.
Bakteri ini tidak dapat bertahan hidup di luar sel tubuh serangga dan tidak bisa mereplikasi diri tanpa bantuan serangga inangnya.
Dilansir JawaPos.com dari laman resmi Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI (sehatnegeriku.kemkes.go.id) pada Selasa (21/11), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berharap inovasi teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia akan efektif.
Sebelumnya, percobaan penyebaran nyamuk Wolbachia dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada tahun 2022.
Hasilnya, terbukti mengurangi kasus demam berdarah hingga 77% dan rawat inap sebesar 86% di wilayah dimana Wolbachia tersebar luas.
Direktur Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menegaskan, penyebaran penyakit DBD berkurang secara signifikan setelah diperkenalkannya Wolbachia.
“Jumlah kasus di Kota Yogyakarta pada Januari-Mei 2023 dibanding pola maksimum dan minimum di tujuh tahun sebelumnya (2015-2022) berada di bawah garis minimum,” kata Emma pada keterangan resminya Senin (13/11) lalu.
Lurah Patangpuluhan Yogyakarta Sigit Hartobudiono masyarakat pada awalnya ada kekhawatiran karena pemahaman dari masyarakat nyamuk ini dilepas, bisa mengurangi (DBD).
“Tapi seiring berjalan dan ada edukasi, sosialisasi, sekarang masyarakat justru semakin paham, bahwa sebenarnya teknologi ini untuk mengurangi DBD,” kata Sigit.
Kendati demikian, keberadaan inovasi teknologi Wolbachia tidak serta merta menghilangkan metode pencegahan dan pengendalian dengue yang telah ada di Indonesia.
Masyarakat tetap diminta untuk melakukan gerakan 3M Plus seperti Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang serta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Selain di Indonesia, pemanfaatan teknologi Wolbachia juga telah dilaksanakan di sembilan negara lain (Brasil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Mexico, Kiribati, New Caledonia, dan Sri Lanka). Hasilnya terbukti efektif untuk pencegahan Dengue.
Teknologi Wolbachia melengkapi strategi pengendalian yang berkasnya sudah masuk ke Strategi Nasional. Sebagai pilot project di Indonesia, dilaksanakan di lima kota yaitu Kota Semarang, Kota Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang dan Kota Bontang.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
