Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 November 2023 | 00.49 WIB

Presiden Jokowi Bertemu Joe Biden, Bahas Kerja Sama Soal Perdagangan Baterai Kendaraan Listrik

Presiden Jokowi (kiri) menyambut kedatangan Presiden AS Joe Biden di lokasi persemaian dan penanaman pohon mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai pada KTT G20 (16/11/2022). (Antara) - Image

Presiden Jokowi (kiri) menyambut kedatangan Presiden AS Joe Biden di lokasi persemaian dan penanaman pohon mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai pada KTT G20 (16/11/2022). (Antara)

JawaPos.com - Jokowi bersama presiden Amerika Serikat Joe Biden membahas peluang kerja sama dalam perdagangan baterai kendaraan listrik.

Sebelumnya presiden Jokowi Widodo (Jokowi) tiba di Washington DC, Amerika serikat pada Minggu, 12 November 2023 waktu setempat.

Jokowi akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih hari ini untuk membahas keamanan regional dan potensi kemitraan mineral dalam hal perdagangan nikel logam untuk baterai kendaraan listrik.

Baca Juga: Soroti Isu Pengkhianatan Atas PDIP, Publik Menganggap Jokowi Berhak Menentukan Keputusan Meski Tak Sejalan

Dikutip JawaPos.com dari Reuters, menurut salah satu sumber dari Gedung Putih mengatakan, Pemerintah Biden masih khawatir soal standar lingkungan, sosial dan tata kelola di Indonesia.

Amerika Serikat sedang mengkaji bagaimana kesepakatan tersebut bisa berjalan dan akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan anggota parlemen dan kelompok buruh AS dalam beberapa minggu mendatang.

"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum kami dapat secara resmi mengumumkan perundingan mengenai kemitraan mineral penting," kata salah satu sumber di Gedung Putih, Senin (13/11/2023).

Baca Juga: Misi Damai Jokowi di Washington DC, Sampaikan Hasil KTT OKI yang Mengangkat Suara Keadilan untuk Palestina

Indonesia, yang memiliki cadangan bijih nikel terbesar di dunia, pada bulan September meminta Amerika Serikat untuk memulai pembicaraan untuk kesepakatan perdagangan mineral kritis agar ekspor dari negara Asia Tenggara tersebut dapat dicakup dalam Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS (IRA).

Sebagian besar nikel Indonesia diolah menjadi logam mentah, tetapi pemerintah berkeinginan untuk mengembangkan rantai pasokan Electric Vehicle (EV) untuk menggunakan cadangan nikel yang sangat besar yang kemudian dapat diolah menjadi bahan baterai.

Diskusi pemerintahan Biden, yang melibatkan Perwakilan Perdagangan AS Katherine Tai serta Gedung Putih, berfokus pada memastikan bahwa pasokan nikel potensial diproduksi dengan dampak lingkungan sekecil mungkin.

Baca Juga: Presiden Jokowi di KTT Luar Biasa OKI, Indonesia Tuntut Pertanggungjawaban Israel

Salah satu perkiraan menempatkan nilai pasar global untuk industri nikel pada USD 33,5 miliar pada tahun 2022.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore