KH Marzuki Mustamar beserta para masyayikh mengikuti Mujahadah Palestina di maqbarah Sunan Ampel, Surabaya, Kamis (9/11) malam.
JawaPos.com- Ratusan Kiai dan Bu Nyai dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri Mujahadah Palestina di kompleks Makam Sunan Ampel, Surabaya, Kamis (9/11) malam. Zikir dan doa bersama itu sebagai solidaritas dan dukungan untuk kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel.
Bukan tanpa alasan Mujahadah Palestina digelar di kawasan religi tersebut. Sunan Ampel adalah salah seorang Walisongo paling berpengaruh. Banyak ulama besar keturunan dari Raden Rahmat alias Sunan Ampel. Sebut saja, Sunan Bonang dan Sunan Drajat, dua putranya. Lalu, Sunan Giri dan Sunan Kalijaga, santri Sunan Ampel.
‘’Semoga dengan berwasilah ke Mbah Sunan Ampel, apa yang kita hajatkan diikabulkan oleh Allah SWT. Palestina merdeka, terbebas dari segala bentuk penindasan serta penjajahan,’’ kata KH Abdussalam Shohib, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang.
Momen kegiatan itu juga bersamaan dengan malam Hari Pahlawan, yang biasa diperingati setiap 10 November. Dan, Surabaya tidak lain Kota Pahlawan.
Para Kiai dan Bu Nyai mulai berdatangan ke maqbarah Sunan Ampel sekitar pukul 21.00 WIB. Mujahadah Palestina itu dipimpin KH Marzuki Mustamar, pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Malang, yang juga ketua PWNU Jawa Timur. Para jamaah tampak khidmat dan larut dalam doa dan salawat. Termasuk membaca hizib nashar.
Tidak berselang lama doa dipanjatkan, hujan deras langsung mengguyur kawasan Ampel. Malam itu, ternyata tidak semua wilayah Kota Surabaya diguyur hujan. Dalam beberapa bulan terakhir, praktis Surabaya tidak pernah hujan. Cuaca terasa panas. Baik siang maupun malam. Setelah mujahadah selesai, hujan pun mereda.
Selain menggelar mujahadah, lanjut dia, ada juga yang melaksanakan penggalangan dana untuk bantuan kemanusiaan Palestina. Menurut Gus Salam, panggilan KH Abdussalam Shohib, ikhtiar untuk mendukung Palestina itu sudah dilakukan para ulama sejak zaman dulu. Bahkan, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. ‘
’Dulu para masyayikh juga telah menyuarakan kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum dan kegiatan serta seruan-seruan,’’ ujar cucu KH Bisri Syansuri, salah seorang pendiri NU itu.
Sebelumnya, para kiai dari sejumlah pesantren itu membentuk Komite Palestina. Komite itu terinspirasi dari Komite Hijaz yang dibentuk oleh muassis NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Keanggotaan Komite Palestina itu dari beberapa tokoh dan kiai.
‘’Komite ini diberikan mandat melakukan langkah-langkah, diplomasi, dialog, untuk turut aktif dalam mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina, Karena kemerdekaan adalah hak semua bangsa,’’ ungkapnya.
Selain Gus Salam dan KH Marzuki Mustamar, beberapa kiai yang turut hadir antara lain KH Mas Mansur (Sidoresmo, Surabaya), KH Zamzami Mahrus (Lirboyo, Kediri), KH Fahim Royani (Ploso, Jombang), KH Kholil Nawawie (Sidogiri, Pasuruan), dan KH Maksum Faqih (Langitan, Tuban).
Sejumlah kiai dari luar Jawa Timur, ada KH Said Abdurrohim (MUS Sarang, Rembang), KH Najih Maimun (Al Anwar Sarang, Rembang), KH Tubagus Masnun (Banten), KH Asep Mu'min (Sumedang, Jabar), KH Ahfaz Hamid (Lasem, Rembang), KH M. Mustafied (Mlangi, Jogjakarta), KH Muhdlor Munir (Kalimantan Barat), KH M. Said (Papua), dan KH Ramli Abdul Hamid LC (Riau).
Tampak pula hadir dalam Mujahadah Palestina tersebut Muhaimin Iskandar, Cawapres dari Koalisi Perubahan. Bahkan, pria yang juga ketua umum PKB itu mendapat mandat dari Komite Palestina. ‘’Karena telah mendapatkan mandat dari para masyayikh, insya Allah akan saya laksanakan dengan sekuat daya dan tenaga,’’ kata alumnus UGM itu.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
