
Peringatan Hari Al-Quds Sedunia 2026 di Surabaya, Jawa Timur. (Istimewa)
JawaPos.com — Ribuan masyarakat dan mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/3). Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Al-Quds Sedunia 2026. Melalui acara ini, massa menegaskan solidaritas untuk Palestina dan mengecam serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel kepada Iran.
Massa berasal dari Komite Umat Islam Anti Amerika–Israel (KUMAIL), Aliansi Nasional Anti Zionis (ANAZ), dan Komite Aliansi Mahasiswa Pro Palestina Anti USA–Zionis (KAMPUZ). Massa membawa bendera Palestina serta berbagai poster bertuliskan kecaman terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Dalam unjuk rasa ini, massa menyampaikan tiga tuntutan. Pertama menolak agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Kedua, mendukung kemerdekaan penuh Palestina. Ketiga, mendesak pemerintah Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP).
Perwakilan massa, Abdillah Babud menilai, agresi militer Amerika dan Israel kepada Iran sebagai tindakan keji. Kedua negara tersebut juga dianggap melakukan tindakan sewenang-wenang dengan mencoreng perdamaian dunia.
Baca Juga:Antisipasi Lonjakan Pemudik, KAI Commuter Surabaya Operasikan 50 Perjalanan Kereta Setiap Hari
“Kalian yang memulai, tetapi kami yang akan menentukan akhirnya,” ujar Abdillah di hadapan massa aksi.
Akibat agresi militer tersebut, kondisi di Timur Tengah ikut memanas. Perang bahkan mulai terjadi di tingkat regional dengan beberapa serangan mulai mengarah ke pangkalan militer Amerika di sejumlah negara Timur Tengah.
“Kali ini kalian tidak bisa lagi seenaknya melakukan serangan lalu menghentikannya. Jika kalian memulainya, maka kendalinya tidak lagi berada di tangan kalian,” jelasnya.
Sebagai bagian dari aksi simbolik, peserta juga menampilkan teatrikal politik. Dalam adegan tersebut, massa membakar patung iblis Baal yang digambarkan sebagai sistem berkepala banteng, simbol kerakusan kekuasaan yang terus menuntut korban sipil di Palestina dan kawasan Timur Tengah. Selain itu, massa juga membakar bendera Israel.
Peringatan Hari Al-Quds sendiri merupakan agenda tahunan di Surabaya. Di berbagai negara, aksi serupa kerap diwarnai seruan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina serta kritik terhadap kebijakan militer Israel dan sekutunya di Timur Tengah.
