Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Oktober 2023 | 02.23 WIB

Menkominfo Budi Arie Setiadi Sebutkan Syarat Operasional ISP Starlink di Indonesia

Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam keterangan pers mengenai pengawasan perdagangan melalui sistem elektronik./kominfo.go.id - Image

Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam keterangan pers mengenai pengawasan perdagangan melalui sistem elektronik./kominfo.go.id

JawaPos.com Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), mengaku siap bekerjasama dengan Internet Service Provider (ISP) tercepat dunia, Starlink.

Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi, dalam keterangannya mengatakan seandainya terjadi kerjasama dengan Starlink, hal tersebut tidak akan mengganggu ekosistem internet di Indonesia.

Kerjasama ini dapat berlangsung apabila Starlink mematuhi regulasi akses internet yang berlaku di Indonesia.

Kolaborasi antara pemerintah dan Starlink ini bertujuan untuk memberikan layanan internet mudah bagi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Manfaat kehadiran internet Starlink antara lain, memberikan akses internet bagi para nelayan hingga paramedis yang berada di pelosok desa.

Dalam keterangan di akun Instagramnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi menambahkan, “Syarat akses internet Starlink masuk kesini adalah menggunakan IP Address Indonesia.”

Hal itu disebut menjadi syarat wajib bagi Elon Musk, sang pemilik Starlink, jika dirinya ingin mendirikan ISP di Indonesia.

Untuk diketahui, Starlink merupakan penyedia akses internet terbaik di dunia dengan kecepatan download hingga 220 Mbps, dan rata-rata kecepatan unduh pengguna lebih dari 100 Mbps.

Kecepatan Upload Starlink mencapai 5 hingga 20 Mbps. Batas latensinya diantara 25 hingga 60 millisecond di sebuah daratan, dan 100 millisecond untuk posisi pulau terpencil.

ISP ini memanfaatkan orbit pesawat luar angkasa, sehingga memiliki kecepatan tinggi, dan latensi (keterlambatan komunikasi jaringan) yang rendah.

Starlink menggunakan sistem Satelit Low Earth Orbit (LEO), yang memungkinkan jaringan internetnya dapat diakses dari manapun.

Dalam website resminya, indikator Starlink berbentuk Hexagon menyatakan, bahwa di tahun 2024 Starlink sudah dapat diakses di Indonesia.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore