Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Oktober 2023 | 19.54 WIB

Ferry Irwandi Beberkan Skema Lingkaran Setan Judi Online dan Pinjol dalam Podcast Deddy Corbuzier

Ferry Irwandi dalam podcast bersama Deddy Corbuzier. - Image

Ferry Irwandi dalam podcast bersama Deddy Corbuzier.

JawaPos.com – Menjadi salah satu orang pertama yang menyuarakan tentang dampak TikTok Shop jauh sebelum resmi ditutup, Ferry Irwandi diundang ke podcast Deddy Corbuzier.  

Melalui podcast yang berdurasi hampir satu jam tersebut, Ferry Irwandi membahas perihal pro-kontra social media e-commerce. 

Selain itu, Ferry Irwandi juga menyebut permasalahan yang tak kalah mendesak yaitu tentang judi online.

Menurut Ferry, salah satu penyebab masalah ekonomi dan penurunan daya beli di Indonesia adalah judi online yang saat ini tengah marak terjadi.

Permasalahan ini sangat serius menurutnya karena berdasarkan data, kerugian yang dialami negara meroket dari Rp 2 triliun menjadi Rp 200 triliun hanya dalam jangka 3-4 tahun yang disebabkan oleh judi online.

“Ini bicara soal ekonomi aja kerugiannya sampai segitu. Kita belum bicara soal potensi kriminalnya ya. Ngga lucu om, kita resesi karena judi” ungkap Ferry Irwandi.

Dia menjelaskan bahwa judi online akan merambat pada pinjaman online sehingga menjadi suatu lingkaran setan dan membuat seseorang yang terjebak di dalamnya menjadi susah untuk bisa keluar.

Ferry pun menjelaskan bagaimana lingkaran setan ini bisa terbentuk. Sesuai data yang dikumpulkannya setelah mewawancarai 238 orang yang terjerat judi online, Ferry mengaku masalah ini melibatkan latar belakang yang kompleks hingga menyebabkan seseorang terjebak di dalamnya.

Faktor utama dan paling besar disebabkan oleh pengaruh yang mereka terima dari para influencer.

Respondennya mengaku mulai mengenal judi online dan akhirnya mencoba hal tersebut setelah melihat konten dari influencer.

Kedua, kebiasaan yang mulai berubah yang dialami oleh para pecandu judi online. Mereka akan mengesampingkan kebutuhan sehari-harinya dan lebih mementingkan untuk depo situs.

Hal ini juga lah yang menyebabkan tidak terjadinya perputaran uang dalam rantai ekonomi masyarakat.

“Kebiasaan mulai berubah. Dulu ketika mereka megang duit Rp. 100 ribu dulu, mereka ke coffeshop, mereka ke warteg. Uang berputar, ekonomi berjalan, nah sekarang saat mereka pegang Rp.100ribu, ngga lagi ke coffeshop, ngga lagi ke warteg. ‘ah depo ini’ sehingga perputaran mati” jelasnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore