TUNJUKKAN BUKTI: Ida Susanti menunjukkan fotonya bersama sang suami yang ternyata perempuan saat ditemui di kawasan Dharmahusada (1/10).
Ida Susanti baru mengetahui suaminya ternyata perempuan saat bulan madu di Bangkok. Dia sempat shock dan marah karena merasa ditipu. Meski sempat dua tahun tinggal serumah, kini keduanya berseteru.
LUGAS WICAKSONO, Gresik
ANDAI Ida tidak mengirimkan SMS ke nomor pria yang diberikan temannya pada 2000, mungkin dia tidak sampai berkenalan hingga menikah dengan Nardinata Marshioni Suhaimi. Setelah menikah dengan suami yang ternyata perempuan itu, Ida tak lagi bahagia.
Sebulan setelah perkenalan tersebut, keduanya menikah. Keluarga Ida menggelar pesta kecil di Surabaya untuk merayakan hari bahagianya.
’’Besoknya saya sama kakak diajak berlibur ke Jakarta. Ketika itu saya menandatangani surat nikah yang dikeluarkan catatan sipil Jakarta,’’ kata Ida.
Dari Jakarta, Ida diajak suaminya untuk bulan madu ke Bangkok, Thailand. Saat malam pertama itulah, kedok Nardinata terbongkar. Dia mengakui telah menutupi identitasnya sebagai perempuan kepada Ida.
’’Saya shock dan kaget ketika tahu dia perempuan. Saya marah karena merasa ditipu, berantem sampai saya diancam mau dibunuh,’’ ungkapnya.
Karena jauh dari rumah, ancaman Nardinata itu membuat Ida takut. Dia memilih untuk menuruti kemauan suami perempuannya tersebut. Termasuk keinginannya untuk berhubungan badan. ’’Kami sudah berhubungan pakai alat bantu karena dia menuntut keperawananku,’’ kata Ida.
Sebelum pulang ke Surabaya, Ida menyepakati perjanjian dengan suaminya. Dia bersedia hidup bersama Nardinata dan tiga anak angkat yang masih kecil. ’’Dia bilang tidak butuh istri, tetapi butuh orang yang bisa mendampinginya,’’ ucapnya.
Tiga bulan setelah menikah, Nardinata membelikannya rumah di Laguna Taman Indah Mutiara. Ida juga dipercaya untuk mengelola toko spare part di Kedungdoro.
’’Saya kenal dia pengusaha yang punya restoran dan kos-kosan di Jakarta. Saya tidak pernah diberi uang. Hanya mengelola toko itu,’’ ujarnya.
Namun, karena kerap dimarahi hingga mendapatkan kekerasan fisik, Ida tak sanggup lagi hidup seatap bersama Nardinata. Dia memutuskan pergi dari rumah dan menumpang tinggal di rumah kakaknya di Tandes.
’’Saya juga diancam mau dibunuh kalau tidak menuruti keinginannya,’’ tuturnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
