Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 September 2023 | 17.39 WIB

Museum Nasional Terbakar, Koleksi Replika Prasejarah Hangus, Benda Hasil Repatriasi dari Belanda Diklaim Aman

Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan api yang membakar Museum Nasional atau yang juga dikenal Museum Gajah di Jakarta, Sabtu (16/9/2023). - Image

Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan api yang membakar Museum Nasional atau yang juga dikenal Museum Gajah di Jakarta, Sabtu (16/9/2023).

JawaPos.com – Museum Nasional Indonesia (MNI) menyimpan catatan sejarah yang bernilai tinggi. Ironisnya, sistem pencegahan kebakaran di museum itu terkesan masih lemah. Kebakaran Sabtu (16/9) malam lalu menjadi salah satu buktinya.

Hasil pendataan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), api hanya membakar bagian belakang gedung A. Tak sampai merembet ke gedung B dan C.

Untuk diketahui, ada tiga bangunan utama di MNI. Yang pertama adalah gedung A yang digunakan sebagai lokasi pameran dan wahana ImersifA. Kedua, gedung B atau gedung arca yang terdiri atas ruang pameran, ruang kantor, ruang konferensi, laboratorium, ruang pameran temporer, area komersial, dan perpustakaan.

Lalu, gedung C berisi ruang indoor untuk pemutaran film, pertunjukan drama, konser musik, seminar, kuliah umum, sosialisasi, dan kegiatan seni lainnya. Ada pula gedung penyimpanan atau storage untuk menyimpan benda-benda budaya.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim memastikan tak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Saat ini upaya perlindungan terhadap artefak dan benda-benda sejarah di dalam MNI jadi prioritas utamanya. Pendataan terhadap koleksi, baik yang terdampak maupun yang telah diamankan, tengah berjalan.

”Tim investigasi internal akan dikerahkan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran,” tegasnya setelah meninjau kebakaran di MNI Sabtu malam. Kemendikbudristek juga bekerja sama dengan aparat hukum untuk memastikan penyelidikan berjalan dengan transparan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) Ahmad Mahendra menjelaskan, ada enam ruangan di gedung A yang terdampak. Sedangkan 15 ruangan lainnya aman.

Akibat kebakaran di enam ruangan tersebut, sebagian koleksi replika jadi terdampak. Misalnya di bagian prasejarah. Namun, Mahendra belum bisa menyampaikan jumlah replika yang terdampak. Sebab, proses pendataan masih berjalan. ”Kami secara intensif terus melakukan pengukuran dampak dan rencana tindak lanjut,” katanya kemarin (17/9).

Terkait koleksi hasil repatriasi dari Belanda, Mahendra menjamin aman. Sebab, empat arca peninggalan Kerajaan Singasari hasil repatriasi dari Belanda tersebut disimpan jauh dari pusat kebakaran.

Seperti diketahui, Arca Durga, Mahakala, Nandishvara, dan Ganesha telah tiba di Jakarta pada Selasa, 22 Agustus lalu. ”Adapun untuk arca hasil repatriasi berada di gedung B dan sama sekali tidak terdampak,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, terang Mahendra, saat ini pihaknya fokus mengidentifikasi dan memperbaiki ruangan museum yang terdampak. Termasuk memastikan keamanan benda sejarah di dalamnya. Telah dibentuk tim khusus yang bertanggung jawab merawat dan mengamankan benda-benda sejarah dan budaya yang terdampak kebakaran.

Selain itu, akan ada upaya perbaikan dan restorasi koleksi-koleksi yang rusak. Sebagai tambahan upaya pencegahan, MNI akan ditutup sementara sampai pemberitahuan lebih lanjut. Mahendra berharap masyarakat dapat memahami kondisi force majeure yang terjadi.

Keputusan itu pun diambil untuk memastikan keselamatan dan keamanan pengunjung. Tiket yang telanjur dibeli masyarakat akan dikembalikan. Teknis pengembalian akan disampaikan menyusul.

Merujuk laman resmi MNI, hingga saat ini koleksi yang dikelola berjumlah 190 ribuan. Benda-benda bersejarah itu dikategorikan menjadi tujuh jenis, yakni arkeologi, etnografi, geografi, keramik, numesmatik, heladrik, dan prasejarah.

Di tempat terpisah, Kapolres Jakarta Pusat Kombespol Komarudin menjelaskan, saat ini laboratorium forensik (labfor) masih melakukan analisis terkait penyebab kebakaran. Akan dilihat apakah penyebabnya benar-benar korsleting listrik seperti banyak pihak menyebut. ”Belum tahu kapan hasil labfor keluar,” ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore