
Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan api yang membakar Museum Nasional atau yang juga dikenal Museum Gajah di Jakarta, Sabtu (16/9/2023).
JawaPos.com – Museum Nasional Indonesia (MNI) menyimpan catatan sejarah yang bernilai tinggi. Ironisnya, sistem pencegahan kebakaran di museum itu terkesan masih lemah. Kebakaran Sabtu (16/9) malam lalu menjadi salah satu buktinya.
Hasil pendataan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), api hanya membakar bagian belakang gedung A. Tak sampai merembet ke gedung B dan C.
Untuk diketahui, ada tiga bangunan utama di MNI. Yang pertama adalah gedung A yang digunakan sebagai lokasi pameran dan wahana ImersifA. Kedua, gedung B atau gedung arca yang terdiri atas ruang pameran, ruang kantor, ruang konferensi, laboratorium, ruang pameran temporer, area komersial, dan perpustakaan.
Lalu, gedung C berisi ruang indoor untuk pemutaran film, pertunjukan drama, konser musik, seminar, kuliah umum, sosialisasi, dan kegiatan seni lainnya. Ada pula gedung penyimpanan atau storage untuk menyimpan benda-benda budaya.
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim memastikan tak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Saat ini upaya perlindungan terhadap artefak dan benda-benda sejarah di dalam MNI jadi prioritas utamanya. Pendataan terhadap koleksi, baik yang terdampak maupun yang telah diamankan, tengah berjalan.
”Tim investigasi internal akan dikerahkan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran,” tegasnya setelah meninjau kebakaran di MNI Sabtu malam. Kemendikbudristek juga bekerja sama dengan aparat hukum untuk memastikan penyelidikan berjalan dengan transparan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) Ahmad Mahendra menjelaskan, ada enam ruangan di gedung A yang terdampak. Sedangkan 15 ruangan lainnya aman.
Akibat kebakaran di enam ruangan tersebut, sebagian koleksi replika jadi terdampak. Misalnya di bagian prasejarah. Namun, Mahendra belum bisa menyampaikan jumlah replika yang terdampak. Sebab, proses pendataan masih berjalan. ”Kami secara intensif terus melakukan pengukuran dampak dan rencana tindak lanjut,” katanya kemarin (17/9).
Terkait koleksi hasil repatriasi dari Belanda, Mahendra menjamin aman. Sebab, empat arca peninggalan Kerajaan Singasari hasil repatriasi dari Belanda tersebut disimpan jauh dari pusat kebakaran.
Seperti diketahui, Arca Durga, Mahakala, Nandishvara, dan Ganesha telah tiba di Jakarta pada Selasa, 22 Agustus lalu. ”Adapun untuk arca hasil repatriasi berada di gedung B dan sama sekali tidak terdampak,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, terang Mahendra, saat ini pihaknya fokus mengidentifikasi dan memperbaiki ruangan museum yang terdampak. Termasuk memastikan keamanan benda sejarah di dalamnya. Telah dibentuk tim khusus yang bertanggung jawab merawat dan mengamankan benda-benda sejarah dan budaya yang terdampak kebakaran.
Selain itu, akan ada upaya perbaikan dan restorasi koleksi-koleksi yang rusak. Sebagai tambahan upaya pencegahan, MNI akan ditutup sementara sampai pemberitahuan lebih lanjut. Mahendra berharap masyarakat dapat memahami kondisi force majeure yang terjadi.
Keputusan itu pun diambil untuk memastikan keselamatan dan keamanan pengunjung. Tiket yang telanjur dibeli masyarakat akan dikembalikan. Teknis pengembalian akan disampaikan menyusul.
Merujuk laman resmi MNI, hingga saat ini koleksi yang dikelola berjumlah 190 ribuan. Benda-benda bersejarah itu dikategorikan menjadi tujuh jenis, yakni arkeologi, etnografi, geografi, keramik, numesmatik, heladrik, dan prasejarah.
Di tempat terpisah, Kapolres Jakarta Pusat Kombespol Komarudin menjelaskan, saat ini laboratorium forensik (labfor) masih melakukan analisis terkait penyebab kebakaran. Akan dilihat apakah penyebabnya benar-benar korsleting listrik seperti banyak pihak menyebut. ”Belum tahu kapan hasil labfor keluar,” ujarnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
