JawaPos.com - Kota Semarang dikenal sebagai cikal bakal dari lahirnya moda transportasi kereta api di Indonesia.
Sejak ratusan tahun lalu, perkeretaapian di Indonesia pertama kali dipelopori oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).
NISM sendiri merupakan perusahaan kereta api swasta yang berkedudukan di Den Haag, Belanda.
Pada era kolonial, NISM membangun jalur pertama kereta api dengan relasi Semarang–Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta).
Hal inilah yang menjadikan Kota Semarang memiliki beberapa stasiun tua yang jadi saksi bisu bagi sejarah perkeretaapian di Indonesia.
Satu di antara stasiun tua tersebut yakni ada Stasiun Alastua atau yang juga dikenal dengan julukan Stasiun Pulau Kecil. Stasiun Alastua memang belum banyak dikenal oleh masyarakat.
Hal ini lantaran ukuran Stasiun Alastua yang relatif kecil dan bukan termasuk stasiun utama di Semarang.
Baca Juga: 5 Es Legendaris di Semarang, Cocok Jadi Minuman Segar saat Cuaca PanasMeski punya pamor tak begitu populer, siapa sangka jika Stasiun Alastua termasuk salah satu stasiun tertua di Indonesia.
Catatan sejarah ini diungkap langsung oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI) pada unggahan video Instagram reels pada Sabtu (16/9).
Melalui akun @kai121_, pihaknya menyebutkan bahwa Stasiun Alastua mulai dibuka oleh NISM pada 10 Agustus 1867.
Dalam operasionalnya, Stasiun Alastua termasuk kategori stasiun kelas dua yang memiliki luas bangunan 125 meter persegi.
Stasiun Alastua terbilang cukup unik karena memiliki bangunan kecil dan diapit oleh lintasan rel kereta api di kanan dan kirinya.
Letak bangunan tersebut persis di tengah-tengah lintasan rel dan memiliki peron seperti pulau sehingga membuat Stasiun Alastua dijuluki juga sebagai Stasiun Pulau Kecil.
Baca Juga: Wisata Bromo Segera Buka Lagi, Pengelola Berlakukan Sejumlah Larangan"Di sini juga terdapat enam jalur kereta api, tiga jalur utama untuk dilintasi KA reguler, sedangkan tiga jalur lainnya dipakai untuk penyimpanan rangkaian kereta dan digunakan dalam keadaan darurat," ujar KAI dalam video.
Meski berukuran kecil, Stasiun Alastua memiliki peran penting bagi mobilitas kereta api di Semarang.
Jika terjadi banjir di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, maka Stasiun Alastua akan dijadikan tempat pemberhentian kereta api dari arah timur yang melintas ke arah barat.
Selanjutnya kereta api akan menunggu giliran ditarik oleh lokomotif hidrolik dari Stasiun Alastua menuju Stasiun Semarang Poncol untuk kembali dapat melanjutkan perjalanan.
Saat ini Stasiun Alastua masih tetap aktif dan dilewati semua relasi kereta api penumpang maupun barang.
Namun untuk kegiatan operasional, Stasiun Alastua hanya melayani satu kereta api Penumpang yakni KA lokal Kedung Sepur. ***