Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 September 2023 | 20.16 WIB

Kualitas Udara Kota Surabaya Paling Bersih di Indonesia, Eri Cahyadi Ungkapkan Hal Ini

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat Bersepeda di Kawasan Alun-alun Kota Surabaya (Foto Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat Bersepeda di Kawasan Alun-alun Kota Surabaya (Foto Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Kota Surabaya belakangan ini didapuk menjadi salah satu kota yang memiliki kualitas udara paling bersih di Indonesia.

Hal itu berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (IKU) yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI).

Data tersebut menunjukkan, bahwa Kota Surabaya berhasil menempati urutan pertama dari 10 daerah lainnya di Indonesia dengan kualitas udara paling bersih.

Merujuk data IKU KLHK RI pada 11 September 2023, kualitas udara Kota Surabaya memiliki skor IKU 23.

Artinya, kadar polutan yang ada di udara Kota Pahlawan tersebut sangatlah minim.

Nilai tersebut berdasarkan klasifikasi IKU KLHK RI yang diatur dalam Peraturan Menteri LHK No.14 tahun 2020, yakni dengan parameter 0-50 baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 300+ berbahaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, bahwa dirinya berterima kasih kepada seluruh warga Kota Pahlawan yang mau menjaga dan peduli terhadap lingkungannya.

Tak hanya itu, Cak Eri menambahkan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) juga ikut berperan menjaga lingkungan dengan memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH).

"Saya matur nuwun (terima kasih) kepada warga Kota Surabaya telah menjaga lingkungan dan menjaga terhadap kotanya," ungkap Eri Cahyadi, seperti dikutip JawaPos.com dari laman Pemkot Surabaya pada Kamis, 14 September 2023.

"Salah satunya (upaya menjaga IKU) adalah memperbanyak RTH, karena ketika ada rumah atau tempat pembangunan, syaratnya harus ada RTH," tambahnya.

Lebih dari itu, Pemkot Surabaya juga akan meningkatkan uji emisi pada kendaraan bermotor yang ada di Kota Pahlawan.

Bahkan, Pemkot akan melakukan sejumlah pengukuran waktu berhenti di traffic light (lampu lalu lintas).

"Semakin lama berhentinya, maka polusi semakin banyak. Maka kita akan atur lampu merah (traffic light) itu biar bisa tidak terlalu lama berhentinya," tandasnya.

Di samping itu, menurut Cak Eri, ia meminta terhadap perusahaan-perusahaan di Kota Surabaya untuk melakukan rotasi pegawai untuk berada di pekerjaan yang dekat rumah.

Hal itu seperti halnya yang ia terapkan terhadap jajaran di Pemkot Surabaya saat ini.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore