Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2020 | 20.27 WIB

Nawawi: Kami Sadar Pemilik KPK Sesungguhnya Masyarakat Indonesia

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menunjukkan tersangka pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Kutai Timur di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2020). Dalam OTT itu KPK menahan tujuh tersangka yakni Bupati Kutai Timur Ismunandar, Ketua DPRD Kutai Timur En - Image

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menunjukkan tersangka pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Kutai Timur di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2020). Dalam OTT itu KPK menahan tujuh tersangka yakni Bupati Kutai Timur Ismunandar, Ketua DPRD Kutai Timur En

JawaPos.com - Kepercayaan publik terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kian merosot. Kepercayaan publik berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia berada di urutan keempat, dengan nilai 74,7 persen.

Hasil survei menempatkan, kepercayaan publik terhadap TNI berada di urutan pertama dengan nilai 88 persen. Kemudian, posisi kedua ada presiden dengan 79,1 persen, disusul kepolisian dengan 75,3 persen.

Merespon hasil survei tersebut, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menghargai hasil survei tersebut. Dia tak menampik, kepercayaan publik merosot akibat adanya revisi UU KPK.

"Jadi kami hargai pendapat masyarakat yang tergambar dari persepsi responden survei. Saya juga memahami, mengacu ke Pasal 20 UU 30 Tahun 2002 yang sudah diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2019. KPK bertanggungjawab pada publik dalam pelaksanaan tugas," kata Nawawi dalam keterangannya, Rabu (22/7).

"Jadi respon dan masukan dari masyarakat itu kami pandang penting," sambungnya.

Pimpinan KPK berlatar belakang Hakim ini menyebut, KPK telah mendengar langsung dari lembaga survei Indikator Politik Indonesia dan Litbang Kompas untuk memaparkan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pembentukan kepercayaan publik tersebut. KPK pun telah mendapat beberapa saran positif.

"Hal ini agar KPK memperhatikan dan tetap menjaga komunikasi terkait kritik masyarakat yang selama ini sangat konsen dengan KPK. Membuktikan juga pada publik, bahwa KPK terus bekerja memberantas korupsi dalam kerangka enam tugas KPK, termasuk Penindakan dan Pencegahan," ujar Nawawi.

Nawawi mengakui, terdapat lima faktor yang mempengaruhi persepsi publik pada KPK. Faktor-faktor tersebut mengenai kondisi penegakan hukum nasional, independensi dan kemampuan penegak hukum, keterkaitan dengan situasi politik, kemampuan OTT, dan faktor kelembagaan KPK.

"Untuk faktor kelembagaan KPK tersebut termasuk diantaranya bagaimana publik menilai Pimpinan KPK dan persepsi terhadap Juru Bicara atau pejabat lain di KPK dalam berkomunikasi ke publik," cetus Nawawi.

Oleh karena itu, Nawawi memandang survei kepercayaan publik terhadap KPK merupakan peran serta masyarakat untuk menjaga dan mencintai KPK. Meskipun KPK tidak dalam konteks berlomba dengan instansi lain, tentu akan semaksimal mungkin melakukan koreksi ke dalam, agar publik mempercayai kerja KPK sepenuhnya.

"Kami sadar, pemilik KPK yang sesungguhnya adalah masyarakat Indonesia. Pimpinan, Dewas dan seluruh pegawai akan menjalankan amanat di KPK ini sebaik-baiknya," tegas Nawawi.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, kepercayaan publik terhadap KPK kian merosot. Kini berada pada urutan keempat diantara instansi yang dipercaya publik.

Kepercayaan publik teehadap KPK hanya 74,7 persen. Pada urutan pertama, menempatkan TNI sebagai institusi dengan kepercayaan publik tertinggi, mencatatkan 88 persen. Di posisi kedua ada presiden dengan 79,1 persen, disusul kepolisian dengan 75,3 persen.

“Biasanya, tingkat kepercayaan presiden dan KPK berhimpitan. Namun, dari tiga hasil survei terakhir kami, KPK justru menurun dan kepolisian mengalami peningkatan,” cetus Burhanuddin saat merilis hasil surveinya, Selasa (21/7).

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore