
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menunjukkan tersangka pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Kutai Timur di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2020). Dalam OTT itu KPK menahan tujuh tersangka yakni Bupati Kutai Timur Ismunandar, Ketua DPRD Kutai Timur En
JawaPos.com - Kepercayaan publik terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kian merosot. Kepercayaan publik berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia berada di urutan keempat, dengan nilai 74,7 persen.
Hasil survei menempatkan, kepercayaan publik terhadap TNI berada di urutan pertama dengan nilai 88 persen. Kemudian, posisi kedua ada presiden dengan 79,1 persen, disusul kepolisian dengan 75,3 persen.
Merespon hasil survei tersebut, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menghargai hasil survei tersebut. Dia tak menampik, kepercayaan publik merosot akibat adanya revisi UU KPK.
"Jadi kami hargai pendapat masyarakat yang tergambar dari persepsi responden survei. Saya juga memahami, mengacu ke Pasal 20 UU 30 Tahun 2002 yang sudah diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2019. KPK bertanggungjawab pada publik dalam pelaksanaan tugas," kata Nawawi dalam keterangannya, Rabu (22/7).
"Jadi respon dan masukan dari masyarakat itu kami pandang penting," sambungnya.
Pimpinan KPK berlatar belakang Hakim ini menyebut, KPK telah mendengar langsung dari lembaga survei Indikator Politik Indonesia dan Litbang Kompas untuk memaparkan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pembentukan kepercayaan publik tersebut. KPK pun telah mendapat beberapa saran positif.
"Hal ini agar KPK memperhatikan dan tetap menjaga komunikasi terkait kritik masyarakat yang selama ini sangat konsen dengan KPK. Membuktikan juga pada publik, bahwa KPK terus bekerja memberantas korupsi dalam kerangka enam tugas KPK, termasuk Penindakan dan Pencegahan," ujar Nawawi.
Nawawi mengakui, terdapat lima faktor yang mempengaruhi persepsi publik pada KPK. Faktor-faktor tersebut mengenai kondisi penegakan hukum nasional, independensi dan kemampuan penegak hukum, keterkaitan dengan situasi politik, kemampuan OTT, dan faktor kelembagaan KPK.
"Untuk faktor kelembagaan KPK tersebut termasuk diantaranya bagaimana publik menilai Pimpinan KPK dan persepsi terhadap Juru Bicara atau pejabat lain di KPK dalam berkomunikasi ke publik," cetus Nawawi.
Oleh karena itu, Nawawi memandang survei kepercayaan publik terhadap KPK merupakan peran serta masyarakat untuk menjaga dan mencintai KPK. Meskipun KPK tidak dalam konteks berlomba dengan instansi lain, tentu akan semaksimal mungkin melakukan koreksi ke dalam, agar publik mempercayai kerja KPK sepenuhnya.
"Kami sadar, pemilik KPK yang sesungguhnya adalah masyarakat Indonesia. Pimpinan, Dewas dan seluruh pegawai akan menjalankan amanat di KPK ini sebaik-baiknya," tegas Nawawi.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, kepercayaan publik terhadap KPK kian merosot. Kini berada pada urutan keempat diantara instansi yang dipercaya publik.
Kepercayaan publik teehadap KPK hanya 74,7 persen. Pada urutan pertama, menempatkan TNI sebagai institusi dengan kepercayaan publik tertinggi, mencatatkan 88 persen. Di posisi kedua ada presiden dengan 79,1 persen, disusul kepolisian dengan 75,3 persen.
“Biasanya, tingkat kepercayaan presiden dan KPK berhimpitan. Namun, dari tiga hasil survei terakhir kami, KPK justru menurun dan kepolisian mengalami peningkatan,” cetus Burhanuddin saat merilis hasil surveinya, Selasa (21/7).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
