Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2020 | 01.09 WIB

70 Persen Warga Jatim Ogah Pakai Masker, Jokowi: Itu Angka Gede Banget

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) saat menyambut kehadiran Presiden Jokowi (kanan) di sela kunjungan kerja di Surabaya beberapa waktu lalu. Humas Pemprov Jatim/Antara - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) saat menyambut kehadiran Presiden Jokowi (kanan) di sela kunjungan kerja di Surabaya beberapa waktu lalu. Humas Pemprov Jatim/Antara

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) prihatin dengan tingginya angka masyarakat di Jawa Timur yang ogah menggunakan masker. Padahal masker sangat penting bagi masyarakat dalam memutus penyebaran virus Korona atau Covid-19 di tanah air.

"Bahwa masih 70 persen yang enggak pakai masker ini angka yang gede banget," ujar Presiden Jokowi di Surabaya, Jaawa Timur, Kamis (25/6).

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dan juga Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo untuk bisa mengirimkan bantuan masker ke Jawa Timur.

"Hari ini saya kirim masker sebanyak-banyaknya ke Surabaya dan ke Jawa Timur," katanya.

Presiden Jokowi juga mengajak semua masyarakat untuk saling mengingatkan serta sosialisasikan penerapan protokol kesehatan di Jawa Timur ini. Presiden tidak ingin angka penularan virus Korona di Jawa Timur terus meninggi.

"Kita ajak semua tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan mengenai protokol kesehatan. Pentingnya memakai masker. Pentingnya jaga jarak juga pentingnya cuci tangan," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan data-data dari Universitas Airlangga Surabaya mengenai penyebaran virus Korona atau Covid-19 di Jawa Timur.

Khofifah mengatakan, masih banyak masyarakat di Jawa Timur yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Karena sebanyak 70‎,6 persen masyarakat tidak patuh untuk memakai masker.

Kemudian masyarakat juga tidak patuh dalam menjaga jarak atau physical distancing. Jumlahnya sebesar 64,6 persen. Sehingga hal ini menjadi perhatian serius bagi dirinya.

‎Selanjutnya untuk di pasar tradisional, meskipun Pemerintah Provinsi Jawa Timur rutin membagikan masker. Namun masyarakat tetap membandel tidak meggunakannya.

Sekadar informasi untuk Provinsi Jawa Timur total penyebaran virus Korona sampai dengan Rabu (24/6) akumulasinya berjumlah 10.298. Sementara yang meninggal dunia berjumlah 750 orang.

Minta Saran Ahli

Sebelumya, Jokowi memerintahkan semua kepala daerah di Jawa Timur setiap membuat kebijakan perlu mendengarkan saran dari para ahli. Hal ini dilakukan supaya setiap kebijakan para kepala daerah tersebut tidak menimbulkan kenaikan penularan virus Korona atau Covid-19 di Jawa Timur.

"Kepada gubernur, bupati dan wali kota agar setiap membuat kebijakan agar setiap membuat kebijakan selalu merujuk pada data sains, dan juga saran dari parah ahli juga ilmuan," ujar Jokowi.

Menurutnya, sangat berbahaya jika membuat kebijakan di tengah pandemi virus Korona ini tanpa melibatkan dari para ahli. Karena setiap kebijakan dibuat utamanya jangan sampai adanya penambahan kasus virus Korona.

"Membuat kebijakan tanpa mendengarkan saran dari para pakar itu berbahaya. Biasakan untuk meminta masukan dari pakar epidemologi, minta saran dari pakar-pakar perguruan tinggi," ungkapnya.

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ds28ldoHrdI

https://www.youtube.com/watch?v=mZb8Vp9e3oM

https://www.youtube.com/watch?v=J-k2BQg3eCc

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore