Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan beberkan sejumlah upaya untuk menangani polusi udara di Jakarta. Salah satunya dengan mewajibkan masyarakat DKI Jakarta untuk menggunakan masker.
Luhut menilai, kualitas udara di Jakarta yang buruk hingga mencapai Particulate Matter (PM2.5) dapat berbahaya bagi kesehatan. Untuk diketahui, material yang terkandung dalam PM2,5 dapat menyebabkan berbagai gangguan saluran pernafasan seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), kanker paru- paru, kardiovaskular, dan penyakit paru-paru obstruktif kronis.
Bahkan, Luhut menegaskan bahwa persoalan kesehatan tidak memandang jabatan, suku dan agama. Menurutnya, jika kualitas udara buruk maka semua orang bisa ikut kena dampaknya.
"Karena tasi PM2,5 itu bisa kena jantung, kanker bisa pernafasan. Enggak ada lintas, enggak ada pangkat, enggak ada jabatan, enggak ada menteri, enggak ada menko, enggak ada presiden, enggak ada siapapun bisa kena. Jadi kita enggm ada agama kau apa, suku kau apa, semua bisa kena," kata Luhut saat ditemui di Kantor Kemenko Marves Jakarta, Jumat (18/8).
Dia mengungkapkan, seluruh pihak harus kompak dalam menghadapi kualitas udara yang memburuk ini. Salah satunya dengan mematuhi segala hal yang telah dianjurkan oleh pemerintah.
"Jadi anak kecil, orang tua. Jadi kita semua harus kompak hadapi ini (polusi udara Jakarta). Jadi apapun itu yang diberikan pemerintah kita nurut, karena kalau tidak, kita jadi korbannya," ungkapnya.
"Jadi sekarang harus kita wajibkan mulai gunakan masker lagi. Pertama teman-teman Polisi itu, semua kemarin harus pakai masker," imbuh Luhut.
Namun Luhut mengatakan, masker medis yang biasa digunakan hanya mampu mencegah dampak buruk dari polusi udara sebesar 15 persen.
Atas hal itu, Luhut menyebut pemerintah akan menyiapkan masker yang bisa menangkis dampak polusi udara hingga 50 persen.
"Tapi masker ini (yang bisa digunakan) hanya 15 persen. Jadi kita lagi mengadakan masker sampai 50 persen," tandasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
