Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Agustus 2023 | 19.01 WIB

Gak Baper Disebut Plonga-plongo, Jokowi hanya Ingatkan Cemoohan itu Polusi Budaya yang Lunturkan Budi Pekerti

Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat Tanimbar, Maluku disambut oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti saat  tiba di lokasi Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR - DPD Tahun 20 - Image

Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat Tanimbar, Maluku disambut oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti saat tiba di lokasi Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR - DPD Tahun 20

 
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mempermasalahkan jika dirinya mendapat kritik dari masyarakat. Bahkan, kepala negara tak masalah jika harus disebut seperti seorang Fir'aun, juga disebut orang tolol. 
 
"Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Fir'aun, tolol. Ya ndak apa, sebagai pribadi saya menerima saja," kata Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR/DPD RI tahun 2023 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8).
 
Namun, ia mengaku sedih karena budaya kesantunan yang selama ini dianut Indonesia sudah mulai ditinggalkan. "Tapi yang membuat saya sedih budaya santun, budi pekerti luhur bangsa ini, kok kelihatannya mulai hilang? Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah," ucap Jokowi.
 
Jokowi menyebut, cemoohan itu seperti polusi yang menghancurkan sopan santun dan budi pekerti bangsa. "Polusi di wilayah budaya ini sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia," ujar Jokowi. 
 
Menurutnya, jabatan sebagai Kepala Negara tak selamanya dipersepsikan sebagai orang yang memiliki kewenangan yang besar. Sebab, terdapat amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan.
 
"Posisi Presiden itu, tidak senyaman yang dipersepsikan. Ada tanggung jawab besar yang harus diemban. Banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan dan dengan adanya media sosial seperti sekarang ini. Apapun, apapun bisa sampai ke Presiden," tegas Jokowi.
 
"Mulai dari masalah rakyat di pinggiran sampai kemarahan, ejekan, bahkan makian dan fitnahan. Bisa dengan mudah disampaikan," imbuhnya.
 
Sebagai informasi, Sidang Tahunan MPR 2023 turut dihadiri sejumlah mantan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri tampak hadir mengenakan kebaya putih dipadukan dengan selendang merah. 
 
Sedangkan, Presiden RI keempat almarhum Abdurrahman Wahid diwakili oleh istrinya, Sinta Nuriyah yang datang didampingi oleh anaknya, Yenny Wahid.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore