Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Agustus 2023 | 20.25 WIB

Pengurus Masjid Sumbar Ngaku Kewalahan Tampung Masyarakat Air Bangis Berhari-hari

Sejumlah polisi merangsek masuk ke dalam Masjid Raya Sumbar. Mereka melakukan penangkapan terhadap 4 warga Air Bangis, 3 Mahasiswa dan 7 Pendamping hukum (instagram@yayasanlbhindonesia) - Image

Sejumlah polisi merangsek masuk ke dalam Masjid Raya Sumbar. Mereka melakukan penangkapan terhadap 4 warga Air Bangis, 3 Mahasiswa dan 7 Pendamping hukum (instagram@yayasanlbhindonesia)

JawaPos.com - Pengurus Harian Masjid Raya Sumbar Yuzardi Ma’at buka suara soal masyarakat Nagara Air Bangis yang enam hari sudah mengevakuasikan diri di lingkungan masjid. Hal itu sehubungan dengan penolakan warga tersebut terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah tersebut.

Yuzardi mengaku kerepotan dengan banyaknya masyarakat yang berdiam diri di masjid besar tersebut. Pasalnya, ia mengatakan sumber daya manusia maupun fasilitas yang ada tak mampu menampung masyarakat Air Bangis. 
 
Ia mencontohkan masalah toilet. Dengan terbatasnya toilet yang ada di Masjid Raya Sumbar, para warga yang kebelet akhirnya buang kotoran sembarangan.
 
 
"Akhirnya ya kadang di tempat wudu nah dia di situ BAB-nya. Kemudian kita cari koordinatornya juga tidak bisa menanggulangi," ujar Yuzardi kepada wartawan seperti dalam unggahan akun Instagram @polrestapadang dikutip, Minggu (6/8).
 
"Bahkan kita cleaning service kita tugaskan di tempat wudu yang kalau ada di situ tolong tarik masuk ke dalam," imbuhnya.
 
Bahkan, saat ini ia mengatakan bahwa tempat wudu wanita tak dapat digunakan lantaran mampet. Sejak para warga mengungsi, tempat wudu itu sudah sering digunakan sebagai mencuci hingga mandi. 
 
"Saya udah hampir empat tahun di sini. Keliling masjid ini udah tempat jemuran kain ini," ucap Yuzardi.
 
Beberapa jemaah yang datang ke masjid, katanya, akhirnya memilih untuk urung melihat kondisi Masjid Raya Sumbar yang seperti itu.
 
"Jamaah kita yang datang ke sini akhirnya dia tidak jadi salat di sini. Nah ini jadi kalau kami dari pengurus masjid, kalau fasilitas yang kami sediakan barangkali satu atau dua malam lah paling lama. Kalau sampai sekarang ya kelelahan sekali kami," pungkas Yuzardi.
 
Sebelumnya, Belasan massa yang mengikuti aksi demo warga Air Bangis menolak proyek strategis nasional (PSN) di Kantor Gubernur Sumatera Barat dikabarkan ditangkap aparat kepolisian. Yayasan LBH Indonesia mengungkapkan, kronologi penangkapan tersebut lewat unggahan YLBHI pada akun media sosial Instagram.
 
Pristiwa bermula saat 1.500 warga Air Bangis melakukan aksi demo penolakan PSN pada Senin (31/7) di Kantor Gubernur Sumbar. Mereka menuntut untuk bertemu dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi.
 
"Tuntutan masyarakat bertemu Gubernur Sumbar dialog secara langsung. Namun hingga Jumat 4 Agustus 2023 Gubernur Sumbar tak pernah menemui masyarakat yang demonstrasi. Gubernur malah menemui massa tandingan dan bersilaturahmi di saat salat subuh," demikian keterangan dalam unggahan itu, Minggu (6/8).
 
Hingga akhirnya, utusan warga dan mahasiswa bisa melakukan dialog dengan Pemprov Sumbar di kantor Gubernur Sumatera Barat. Sembari menunggu hasil dialog tersebut, warga kemudian berselawat di Masjid Raya. Namun, secara tiba-tiba aparat kepolisian mendatangi mereka dan berujung pada aksi penangkapan.
 
"Aparat kepolisan secara brutal memasuki area Masjid dengan mengenakan sepatu menangkap warga. Selain warga, 6 orang pendamping dari YLBHI-LBH Padang dan PBHI beserta beberapa mahasiswa juga turut ditangkap dan digelandang ke Mapolda Sumatera Barat," tulis unggahan tersebut.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore