
PAPARKAN GAGASAN: Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto di Rakernas XVI Apeksi di Makassar, Kamis (13/7).
JawaPos.com – Di hadapan 85 wali kota se-Indonesia, Ganjar Pranowo, Anies Rasyid Baswedan, dan Prabowo Subianto secara bergantian menyampaikan gagasan tentang Indonesia ke depan. Salah satu yang menjadi bahasan adalah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Tiga bakal calon presiden (bacapres) itu dihadirkan dalam Rakernas XVI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin (13/7). Selain itu, Apeksi menyerahkan hasil dan rekomendasi rakernas kepada ketiganya.
Diskusi bersama bacapres kemarin dibagi dalam tiga panel. Sesi pertama diisi Ganjar, dilanjutkan Anies, dan terakhir oleh Prabowo.
Ganjar menyampaikan sejumlah masalah yang dihadapi Indonesia saat ini berikut cara menyelesaikannya. Menurut dia, yang diinginkan masyarakat adalah pengentasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang sampai saat ini masih banyak ditemukan di masyarakat. ”Ada karakteristik yang sama dalam pemberantasan korupsi. Kita lebih serius soal itu. Makanya, kita yakin kita bisa. Satu pemerintahan yang bersih juga bisa melayani apa yang jadi problem permasalahan masyarakat di semua tempat,” ujar gubernur Jawa Tengah itu.
Persoalan lain yang juga menjadi fokus utama adalah pembangunan yang harus berlanjut. Yang sudah digagas Presiden Joko Widodo mesti dituntaskan. ”Adding value-nya ada di situ. Kalau hari ini sudah ada, utilisasi dari seluruh infrastruktur yang ada mesti menghasilkan nilai tambah,” papar bacapres yang diusung koalisi PDIP tersebut.
Kemudian, ketimpangan ekonomi juga harus diselesaikan. Termasuk masalah kesempatan kerja untuk mencapai kesempatan hidup yang lebih baik.
Terkait IKN, Ganjar menilai pemindahan tidak hanya secara substansi, tetapi juga memindahkan mindset. ”Itu mewujudkan mimpi Indonesia ke depan yang jauh. Jadi, tidak hanya fisik. Ada cerita tadi soal ekonomi biru. Harapannya, ketika gulanya ditaruh di situ, semuanya akan datang. Maka kemudian, apa yang diusulkan tadi bagaimana Kalimantan dikelola,” ujar Ganjar.
Di sesi yang berbeda, Ganjar menambahkan, pemindahan mindset juga membicarakan masa depan Indonesia.
Sementara itu, Anies Baswedan dalam kesempatan yang sama mengajukan sejumlah persoalan yang dihadapi perkotaan. Mulai masalah pemerataan pembangunan, urbanisasi, persoalan lingkungan dengan kualitas udara yang masih buruk, hingga masih banyaknya kota yang belum bisa mandiri.
Masalah pemerataan pembangunan, kata dia, sekalipun tanpa data, dapat dilihat dari potret foto satelit di malam hari. Yang menampilkan kondisi daerah yang diselimuti cahaya cenderung didominasi wilayah Jawa. Sementara itu, yang tergelap berada di Indonesia bagian timur. ”Kita ingin seluruh kota di Indonesia menjadi terang. Jangan sampai kota kita gelap. Karena kalau gelap, ekonomi itu rendah,” sambungnya.
Berikutnya, masalah urbanisasi juga menjadi persoalan yang harus disiapkan mulai sekarang. Sebab, diperkirakan 70 persen penduduk di Indonesia berada di wilayah perkotaan pada 2045. Kondisi itu akan mengakibatkan ketimpangan dengan kawasan desa. ”Tahun 2045, 70 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan. Sekarang posisinya 57 persen. Kalau tidak serius, nanti kita ulangi masalah di Jakarta,” bebernya.
Lebih lanjut, kata dia, persoalan ekonomi hingga pemenuhan kebutuhan dasar yang dihadapi perkotaan juga harus menjadi concern yang diselesaikan kota.
Isu-isu tersebut memerlukan badan khusus yang concern dan serius mengarahkan kota untuk menyelesaikannya. Selama ini yang tertangani hanya kawasan pedesaan dengan hadirnya Kementerian Desa. Setingkat kota sama sekali tidak ada. ”Nanti ada badan khusus. Apakah kementerian atau badan, harus ada yang mengoordinasi masalah perkotaan,” kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Terkait sejumlah proyek nasional yang digagas pemerintahan saat ini, termasuk KA Sulsel, Anies memastikan bahwa seluruh proyek yang memberikan manfaat nyata terhadap masyarakat akan tetap berlanjut. ”Tadi saya sampaikan diteruskan, dikoreksi, dihentikan, dan baru dilakukan. Hal yang baik dan memberikan manfaat, jangan khawatir, justru itu akan ditingkatkan,” tegas Anies.
Termasuk ketika ditanya soal Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Anies mengemukakan bahwa IKN memiliki dasar yang baik. Dia menilai itu akan berjalan mulus. ”Jadi, saya melihat bila ini (IKN Nusantara) adalah rencana yang baik, ya pasti jalan terus. Pasti, pasti jalan terus,” jawab Anies.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
