KEKAYAAN NUSANTARA: Wadah obat yang kini jadi koleksi Museum Nasional, Jakarta. Dulunya benda ini disimpan di Museum Prinsenhof, Delft, Belanda. (MUSEUM NASIONAL FOR JAWA POS)
JawaPos.com - Kabar akan dikembalikannya "harta karun Lombok" disambut positif sejumlah pihak. Bukan soal nilai materinya yang cukup tinggi, melainkan artefak-artefak yang dijarah Belanda dari Kerajaan Karangasem, Lombok, pada 1894 itu akan menjadi pembelajaran penting untuk menelisik sejarah di pulau di Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.
"Dari sana nanti bisa merekonstruksi sejarah. Apa-apa saja yang terjadi, sesuai dengan tahun artefak-artefak itu,” kata pakar sejarah dan budaya Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Prof Jamaluddin kepada Lombok Post kemarin (10/7).
Prof Jamal mengungkapkan, jika dilihat dari materinya, harta jarahan berupa permata, batu mulia, emas, dan perak tersebut bernilai sangat tinggi. Bisa mencapai triliunan rupiah. Ditambah dengan nilai kesejarahannya yang berumur ratusan tahun. ”Di pasar gelap saja, keramik yang umur di atas 100 tahun itu ratusan juta harganya. Apalagi barang yang terbuat dari emas dan perak,” ujarnya.
Sementara itu, kabar akan dikembalikannya harta Kerajaan Karangasem Lombok direspons positif ahli waris. ”Kami sambut baik, karena bagaimanapun juga itu bagian dari hak kami,” kata Anak Agung Made Jelantik Barayang Wangsa kemarin.
Anak Agung Made Jelantik merupakan keturunan kesembilan dari raja Karangasem. Buyutnya atau ayah dari kakeknya merupakan raja Cakranegara yang melanjutkan kekuasaan dari raja Mataram.
Sebagai ahli waris, Anak Agung berharap harta Kerajaan Karangasem bisa dikembalikan kepada pihak keluarga. Niat itu bukan didasari keinginan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan menjaga nilai sejarah. ”Orang gila yang berpikiran kalau saya ingin menjual itu,” tegasnya.
Anak Agung mengatakan, pengembalian harta Kerajaan Karangasem telah diupayakan berkali-kali. Beberapa tahun lalu dia mengaku pernah datang ke Museum Nasional atau yang dikenal dengan Museum Gajah di Jakarta Pusat.
Di museum tersebut, Anak Agung menemukan beberapa harta Kerajaan Karangasem telah dikembalikan. Seperti bros berlian, cincin Kresnadana, beberapa batu mirah, lempengan emas tipis berbentuk ikan yang biasanya sebagai persembahan di Gunung Rinjani, hingga azimat. Sayang, pengembalian tersebut tidak pernah diinformasikan dan dikoordinasikan dengan ahli waris. ”Seolah-olah pewaris tidak lagi memiliki hak di sana,” tuturnya.
Karena itu, untuk pengembalian harta kekayaan Kerajaan Karangasem kali ini, Anak Agung ingin ada komunikasi lebih intensif dengan pemerintah. Dia juga berencana membuat museum khusus untuk ruang pamer peninggalan sejarah Kerajaan Karangasem Lombok. ”Saya ingin museum itu di Taman Mayura,” ucap Anak Agung.
Sementara itu, Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam mengatakan, berdasar catatan sejarah, terjadi penaklukan Puri Mayura Cakranegara saat Perang Lombok pada 1894. Dari sana banyak barang berharga yang diambil. Seperti ratusan kilogram emas, perak, hingga permata.
Hanya saja, Museum NTB tidak memiliki catatan terkait benda apa saja maupun jumlahnya yang diambil di masa pemerintah kolonial Belanda. ”Harapannya, pemerintah pusat bisa memberikan itu ke pemprov dan akhirnya diserahkan ke Museum NTB,” kata Nuralam.
Menurut dia, sumber daya manusia yang dimiliki Museum NTB cukup mampu untuk menjaga dan merawat benda-benda bersejarah. Termasuk juga sarana dan prasarananya. ”Kepingan sejarah yang hilang itu akan utuh dengan dikembalikannya benda bersejarah ini,” ujarnya. (dit/sha/c17/ttg)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
