Ribuan penonton memadati pintu barat Jakarta International Stadium (JIS) untuk menonton konser Dewa 19 di Jakarta Utara, Sabtu (4/2/2023). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
JawaPos.com - Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga menilai penataan transportasi pendukung di Jakarta Internasional Stadium (JIS) harusnya lebih terintegrasi sejak awal, karena itu perlu ada campur tangan pemerintah untuk memaksimalkan.
Pasalnya, lahan parkir di JIS dinilai tidak mendukung hingga perlu ada langkah konkrit memperbaiki akses transportasi umum agar bisa diselenggarakan event internasional di stadion kebanggaan warga Jakarta itu.
“Jadi sebenarnya kalau diantisipasi dari awal tidak akan menjadi masalah pembangunan JIS itu sendiri,” kata Nirwono Yoga kepada wartawan, Sabtu (8/7).
Akademisi Universitas Trisakti ini menjelaskan, harusnya Pemda DKI Jakarta saat itu sudah membuat dan mempersiapkan sistem transportasi terlebih dahulu sebelum dibangun stadion, hal itu untuk menjamin ketersediaan akses terhadap arus keluar masuk orang menuju stadion.
Menurutnya, penataan akses JIS harus dibagi menjadi dua, yakni penataan kawasan di sekeliling JIS atau penataan secara makro dan cara pencapaian atau aksesibilitas di kawasan JIS untuk mendukung semua aktivitas di stadion dengan kapasitas penonton 82 ribu itu.
“Nah sebagai pembanding kita lebih mudah kalau kita bandingkan dengan kawasan GBK,” ujarnya.
Dijelaskan Nirwono Yoga, JIS yang digadang-gadang sebagai stadion bertaraf internasional harus memiliki akses pendukung memadai seperti yang dilakukan di stadion GBK, baik itu akses masuk penonton atau pengunjung dari berbagai arah, akses transportasi hingga penyediaan hotel di kawasan stadion.
Untuk itu, penataan JIS harus dikaji ulang demi memenuhi standar yang sudah ditentukan FIFA, karena standar FIFA bukan hanya pada stadion seperti lapangan, rumput, penerangan, akses pemain, akses penonton tetapi juga pada kawasan di sekitar stadion.
“Pasti kawasan sekitarnya JIS itu sendiri harus mendukung, pendukungnya itu tidak hanya stadionnya tetapi kawasan di sekitarnya juga ditata. Yang saya lihat justru belum ditata sama sekali, seperti mulai dari jalur sirkulasi kendaraan, area parkir kemudian kawasan pendukung sekitarnya seperti ada gedung parkir atau hotel, bahkan mungkin pusat perbelanjaan untuk mendukung atau orang-orang ngerem dulu untuk datang ke stadion itu juga kan perlu dipertimbangkan,” jelasnya.
Dikatakan Nirwono, yang paling vital justru aksesibilitas transportasi massal di JIS belum tersedia, padahal akses transportasi ini harus diutamakan sebelum dibangunnya stadion. Bahkan, akses transportasi seperti Transjakarta dan commuter line belum menjadi jalur utama ke JIS, artinya lintasan yang ada saat ini bukan lintasan utama tetapi darurat.
Bahkan, rencana penggunaan LRT ke JIS tidak ada dan baru direncanakan dari stasiun Rawamangun dna Manggarai menuju JIS. Dari rencana ini bisa dilihat bahwa tidak ada pengembangan transportasi massal untuk mendukung pengembangan JIS, dan ini sangat berpengaruh pada keselamatan penonton.
“Akibatnya sekarang kita lihat orang cenderung naik kendaraan pribadi menuju ke JIS, kemudian apalagi kita lihat akan menambah parkir kendaraan pribadi 1000 unit, ini justru akan kontraproduktif dengan pengembangan sebuah kawasan olahraga yang notabene harusnya didukung oleh transportasi masal,” ungkapnya.
“Kembali untuk perbandingan dengan GBK kalau kita lihat GBK itu kawasan sekitarnya 7 akses kan, dari segala macam jurusan ada sehingga dalam tanda petik dalam kondisi terburuk misalnya, ada kerusuhan dan sebagainya itu mudah dipecah karena banyak sekali jalan atau pintu masuknya sementara di JIS kan tidak, cuman satu,” tambahnya.
Untuk itu, pemerintah dan PSSI harus bekerja keras untuk penuhi infrastruktur pendukung di JIS agar memenuhi standar FIFA demi kelancaran Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17. Oleh sebab itu, Nirwono Yoga menyarankan agar pemerintah maupun PSSI menyiapkan tiga langkah dalam merekayasa akses penonton, parkir dan transportasi di JIS.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
