Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Juni 2023 | 21.53 WIB

Plt Dirjen Diktiristek Ingatkan Perkuliahan Online Tidak Digelar Asal-Asalan

Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbidristek Nizam (tengah) di kampus Universitas Terbuka (20/6). Hilmi/Jawa Pos - Image

Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbidristek Nizam (tengah) di kampus Universitas Terbuka (20/6). Hilmi/Jawa Pos

JawaPos.com- Jakarta, Pembelajaran digital atau berbasis online saat ini semakin menjamur. Termasuk perkuliahan di jenjang pendidikan tinggi. Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbidristek Nizam mengingatkan masyarakat supaya tidak asal-asalan mengikuti perkuliahan online. 

Dia menjelaskan perkuliahan online harus terap dijaga kualitas pembelajarannya. "Mahasiswa tetap terdaftar di perguruan tinggi asal," katanya usai peresmian kerjasama Indonesia Cyber Education (ICE) Institute dengan Tsinghua University dan XuetangX di kampus Universitas Terbuka (UT) pada Selasa (20/6). 

Nizam mengatakan dengan tetap terdaftar di perguruan tinggi, proses perkuliahan online tetap diawasi dan dibawah bimbingan dosen. Mahasiswa jika menemukan masalah, juga bisa tanya ke dosennya. "Selain itu kalau ada tugas, bisa dipastikan mahasiswa itu mengerjakan tugasnya sendiri," tuturnya. 

Guru besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu mengatakan gagasan kuliah online yang dijalankan ICE Institute sangat baik. Apalagi berkolaborasi dengan kampus-kampus dari penjuru dunia. Termasuk diantaranya kolaborasi dengan kampus di Tiongkok.

Nizam mengatakan, melalui program Kampus Merdeka, mahasiswa bisa mengambil paket kuliah yang disediakan oleh ICE Institute. Materi kuliah yang ada di ICE Institute, berasal dari 28 kampus top di Indonesia. 

"Jadi mahasiswa dari daerah, tidak perlu ke Jakarta, Bandung, Jogjakarta, atau ke Surabaya untuk mengikuti perkuliahan profesor hebat," jelasnya. Pasalnya materi kuliah yang sudah dikurasi dan dari dosen-dosen top, bisa diakses secara online. Dia menegaskan saat mengambil kuliah online di ICE Institute, mahasiswa tetap dalam bimbingan dosennya. 

Nizam menegaskan saat ini kuliah online di ICE Institute sudah berjalan tiga tahun. Dia menegaskan untuk saat ini, mata kuliah di ICE Institute bisa diikuti secara gratis. "Kalaupun nanti berbayar, saya minta jangan mahal-mahal," katanya. Dia menegaskan kualitas perkuliahan online harus tetap dijaga. 

Plt Kepala ICE Institute Rahayu Dwi Riyanti mengatakan saat ini ada 200-an mata kuliah dari 28 kampus Indonesia di platform mereka. Selain itu juga ada sekitar seratus mata kuliah dari Xinhua University. Ada juga ribuan mata kuliah dari lembaga internasional mitra ICE Institute lainnya. 

Rahayu menegaskan materi kuliah di ICE Institute bisa diambil mahasiswa aktif atau masyarakat umum. Bagi masyarakat umum, hasil mengikuti materi kuliah bisa dijadikan pengurang SKS, jika kelak mereka kuliah. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore