
Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbidristek Nizam (tengah) di kampus Universitas Terbuka (20/6). Hilmi/Jawa Pos
JawaPos.com- Jakarta, Pembelajaran digital atau berbasis online saat ini semakin menjamur. Termasuk perkuliahan di jenjang pendidikan tinggi. Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbidristek Nizam mengingatkan masyarakat supaya tidak asal-asalan mengikuti perkuliahan online.
Dia menjelaskan perkuliahan online harus terap dijaga kualitas pembelajarannya. "Mahasiswa tetap terdaftar di perguruan tinggi asal," katanya usai peresmian kerjasama Indonesia Cyber Education (ICE) Institute dengan Tsinghua University dan XuetangX di kampus Universitas Terbuka (UT) pada Selasa (20/6).
Nizam mengatakan dengan tetap terdaftar di perguruan tinggi, proses perkuliahan online tetap diawasi dan dibawah bimbingan dosen. Mahasiswa jika menemukan masalah, juga bisa tanya ke dosennya. "Selain itu kalau ada tugas, bisa dipastikan mahasiswa itu mengerjakan tugasnya sendiri," tuturnya.
Guru besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu mengatakan gagasan kuliah online yang dijalankan ICE Institute sangat baik. Apalagi berkolaborasi dengan kampus-kampus dari penjuru dunia. Termasuk diantaranya kolaborasi dengan kampus di Tiongkok.
Nizam mengatakan, melalui program Kampus Merdeka, mahasiswa bisa mengambil paket kuliah yang disediakan oleh ICE Institute. Materi kuliah yang ada di ICE Institute, berasal dari 28 kampus top di Indonesia.
"Jadi mahasiswa dari daerah, tidak perlu ke Jakarta, Bandung, Jogjakarta, atau ke Surabaya untuk mengikuti perkuliahan profesor hebat," jelasnya. Pasalnya materi kuliah yang sudah dikurasi dan dari dosen-dosen top, bisa diakses secara online. Dia menegaskan saat mengambil kuliah online di ICE Institute, mahasiswa tetap dalam bimbingan dosennya.
Nizam menegaskan saat ini kuliah online di ICE Institute sudah berjalan tiga tahun. Dia menegaskan untuk saat ini, mata kuliah di ICE Institute bisa diikuti secara gratis. "Kalaupun nanti berbayar, saya minta jangan mahal-mahal," katanya. Dia menegaskan kualitas perkuliahan online harus tetap dijaga.
Plt Kepala ICE Institute Rahayu Dwi Riyanti mengatakan saat ini ada 200-an mata kuliah dari 28 kampus Indonesia di platform mereka. Selain itu juga ada sekitar seratus mata kuliah dari Xinhua University. Ada juga ribuan mata kuliah dari lembaga internasional mitra ICE Institute lainnya.
Rahayu menegaskan materi kuliah di ICE Institute bisa diambil mahasiswa aktif atau masyarakat umum. Bagi masyarakat umum, hasil mengikuti materi kuliah bisa dijadikan pengurang SKS, jika kelak mereka kuliah. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

KPK Dalami Dugaan Korupsi di Sultra dengan Nilai Kerugian Ditaksir Rp 328 Miliar
Prediksi Skor Roma vs Slovan Bratislava di Liga Champions: I Giallorossi Tak Mau Malu Lagi!
4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Prediksi Susunan Pemain Sabah FK vs Borussia Dortmund: Daniel Svensson Siap Duel
Prediksi Skor Bhayangkara FC Vs PSIM Jogja di Super League: Misi Berat Laskar Mataram Curi Poin
Prediksi Fenerbahce vs Slavia Praha di Liga Champions: Tuan Rumah Bidik Kemenangan Perdana
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng FC vs Java United FC: Tim Tamu Siap Curi Poin
Prediksi Skor Isenmulang FC vs Java United: Laskar Kepodang Emas On Fire
Prediksi Skor Vasco da Gama vs Boca Juniors: Duel Ketat demi Tiket Final Copa Sudamericana
Bukan Sekadar Aransemen Ulang, Freya Sebut REVOICE Buka Sisi Lain JKT48

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022