
Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD melakukan aksi terjun payung sebelum Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Senin (17/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kemerdekaan berkarya di Indonesia semakin terbuka seiring dengan adanya ruang kebebasan berekspresi dan perkembangan teknologi serta platform digital.
Namun, kebebasan tersebut belum sepenuhnya berjalan beriringan dengan kesadaran untuk menghormati hak cipta dan memberikan penghargaan yang layak kepada para seniman atau kreator.
Persoalan tersebut kembali menjadi perhatian di tengah semakin mudahnya suatu karya beredar dan digunakan di berbagai platform. Bagi musisi dan pencipta lagu, sebuah karya bukan sekadar hasil kreativitas, melainkan aset yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari perjalanan hidup seorang seniman.
Musisi Ivanka Slank menilai, ekosistem industri musik Indonesia masih membutuhkan pembenahan agar para pemilik karya atau hak cipta mendapatkan perlindungan yang lebih kuat. Menurutnya, kebebasan untuk menciptakan karya memang sudah semakin terbuka, tetapi perjuangan untuk melindungi hasil karya tersebut masih menjadi pekerjaan rumah.
"Menurut saya, kebebasan kita dalam berkarya, alhamdulillah punya kemerdekaan. Tapi hasil karyanya kita sendiri yang mesti fight dan belum ada perlindungan. Tata kelola di industri musik juga belum selesai. Belum benar-benar berpihak pada seniman yang punya karya," ujar Ivanka Slank kepada JawaPos.com.
Ia berharap perlindungan terhadap karya kreatif tidak berhenti pada aturan di atas kertas. Menurut Ivanka, karya seni harus dipandang sebagai aset yang perlu dijaga keberlanjutannya, termasuk melalui sistem tata kelola industri yang mampu memberikan kepastian bagi pencipta.
"Kita masih berharap sampai generasi ke berapa hasil karya seniman ini bisa benar-benar diproteksi. Karena ini adalah aset. Mungkin pembuat regulasinya belum terlalu jauh jalan-jalannya," katanya.
Pandangan tersebut juga sejalan dengan pencipta lagu Rival Achmad Labbaika alias Ipay. Namun, pencipta lagu Cinderella melihat adanya perkembangan positif terkait kondisi industri dan perlindungan hak cipta kini sudah lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Ipay, salah satu kemajuan terlihat dari mulai munculnya laporan penggunaan lagu. Meski pelaksanaannya belum optimal, keberadaannya menunjukkan bahwa ekosistem penghargaan terhadap karya mulai bergerak ke arah yang lebih baik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Venezia: Fisik Adrien Rabiot Belum Siap, Rafael Leao Absen
