Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Juli 2026 | 16.46 WIB

Konser HS Hey Slank di Bandung Ditonton 25 Ribu Orang, Kaka Bawakan 18 Lagu 

Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ke-8 sukses mengguncang 25 ribu penonton di Taman Prabuwangi, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (5/7) malam. (Istimewa)

 

JawaPos.com – Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ke-8 sukses mengguncang 25 ribu penonton di Taman Prabuwangi, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (5/7) malam. Sebanyak 18 lagu dibawakan oleh Kaka dan kawan-kawan.
 
Pesta musik ini juga turut diramaikan oleh UMKM, khususnya Slankerpreneur. Mereka berjualan makanan, minuman, handycraft hingga fesyen. Beberapa seniman juga ikut berpatisipasi membuat grafiti di media gambar yang sudah disediakan.
 
Rombongan pedagang bahkan memenuhi area di luar pagar arena. Sejumlah Slankers, seperti; Slankers Cimahi, Slankers Priangan juga berjualan kaus. 
 
“HS thankyou so much! Terimakasih. So far, so good, gara-gara tour Hey Slank ini, orang-orang pemberani berkumpul. Ada yang harus diubah!” kata Kaka Slank menyapa puluhan ribu penonton.
 
 
Kaka menjelaskan alasannya mau berkolaborasi dengan HS menggelar konser. Salah satunya adalah memajukan UMKM lokal.
 
“Pertama kali ketemu dengan Pak Haji Suryo (owner HS), langsung klik, proud of local product, local wisdom. Satu visi nih! Terciptalah Hey Slank. Ternyata lebih jauh lagi kenal HS, banyak tindakan-tindakan terpuji yang dilakukan HS. Brand dan band yang besar, pasti dimulai dari komunitas yang kecil,” imbuhnya.
 
Malam itu Slank total membawakan 18 lagu, termasuk di antaranya satu lagu anyar bertajuk Rusak Ancur dari Album Republik Fufufafa yang baru dirilis Juni 2026. Lagu itu mengkritisi tentang fenomena eksploitasi alam yang ugal-ugalan.
 
Grup musik asal Potlot Jakarta yang didirikan Bimbim pada 1983 silam itu mulai naik panggung pukul 21.50 WIB, dan selesai pukul 23.30 WIB.
 
Beberapa lagu yang dibawakan memuat unsur kritik sosial. Seperti Naik-Naik ke Puncak Gunung (Album 8 – Mata Hati Reformasi, 1998), Kampungan (Album 2 – Kampungan, 1991), lagu Nagih Janji (Album 8, Mata Hati Reformasi, 1998) yang punya pesan memerangi Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN).
 
“Lagu ini balik ke Mei 1998, zaman dulu kita sebutnya Kura-Kura Ninja, itu singkatan KKN, Korupsi, Kolusi, Nepotisme. Semoga hari ini udah nggak ada lagi!” timpal Bimbim dari atas panggung.
 
Dia juga sempat bercerita semangat mau kolaborasi dengan HS karena ada satu kesamaan visi membawa perubahan lewat gerakan sosial. Sebab itu, sikap kritis Slank tetap ditunjukkan lewat lagu-lagu yang dibawakan di atas pentas.
 
“Selain menghibur, Slank itu mengedukasi penggemar, protes di atas panggung. Pak Haji Suryo bilang ‘mereka (Slank) yang manggung aku yang deg-degan,” ucap Bimbim.
 
Selain itu, Slank juga membawakan sejumlah lagu hits seperti I Miss U but I Hate U, Mawar Merah, Kirim Aku Bunga, Ku Tak Bisa, Terlalu Manis, Shympaty Blues hingga Poppies Lane Memory.
 
Lagu Poppies Lane Memory punya cerita tersendiri. Lagu yang berangkat dari nama salah satu jalan di Bali itu masuk di Album Tujuh (1998). Bimbim ingat betul saat itu masih zaman kaset, terdapat di Side A pertama. Ketika itu lagu yang nge-hits di album itu adalah Balikin.
 
“Lagu itu mengendap puluhan tahun, tiba-tiba boom! (hari ini). Gen Z yang angkat, 20 tahun kemudian. Kalau kami bawakan di konser semuanya sing a long,” cerita Bimbim.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore