Film horor The Empty Man
JawaPos.com - The Empty Man adalah film horor supranatural yang dirilis pada tahun 2020, disutradarai oleh David Prior dan diadaptasi dari novel grafis karya Cullen Bunn dan Vanesa R. Del Rey.
Film ini menggabungkan elemen misteri, kultus rahasia, dan mitos urban dalam narasi yang gelap dan penuh teka-teki.
Cerita dibuka dengan prolog panjang berlatar tahun 1995 di Bhutan, saat sekelompok pendaki menemukan entitas misterius di dalam gua.
Salah satu dari mereka, Paul, mengalami kondisi katatonik setelah melihat sosok humanoid raksasa yang tertanam di dinding gua. Peristiwa ini menjadi fondasi mitologi yang akan berkembang di masa depan.
Dua dekade kemudian, latar berpindah ke Missouri, Amerika Serikat. Seorang mantan polisi bernama James Lasombra (diperankan oleh James Badge Dale) sedang berduka atas kematian istri dan anaknya.
Ia kemudian tertarik menyelidiki hilangnya Amanda, anak dari mantan kekasihnya, Nora. Amanda dan teman-temannya sebelumnya melakukan ritual untuk memanggil sosok legenda urban bernama The Empty Man.
Ritual itu melibatkan meniup botol di jembatan sambil memusatkan pikiran pada entitas tersebut. Konon, dalam tiga hari, The Empty Man akan datang. Di hari pertama kamu mendengarnya, hari kedua kamu melihatnya, dan hari ketiga dia menemukanmu.
Setelah ritual dilakukan, Amanda mulai mengalami gangguan psikologis dan akhirnya menghilang secara misterius.
James pun memulai penyelidikan yang membawanya ke sekolah Amanda dan bertemu dengan Davara, teman Amanda yang memperkenalkan konsep The Empty Man.
Penyelidikan James mengarah pada kelompok rahasia bernama Pontifex Institute, sebuah organisasi yang tampaknya memuja entitas supranatural dan melakukan ritual-ritual aneh.
James mulai menyadari bahwa hilangnya Amanda bukan kasus biasa, melainkan bagian dari sesuatu yang lebih besar dan mengerikan.
Seiring waktu, James mengalami halusinasi dan mimpi buruk yang semakin intens. Ia mulai mempertanyakan realitas dan identitasnya sendiri, terutama ketika teror The Empty Man mulai menyusup ke dalam pikirannya.
Film ini membangun atmosfer horor yang lambat namun mencekam, dengan visual gelap, tata suara yang menghantui, dan narasi yang penuh simbolisme.
David Prior menggunakan pendekatan filosofis dan eksistensial untuk mengeksplorasi konsep kehampaan, trauma, dan manipulasi pikiran.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
