Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 20.01 WIB

4 Fakta Franchise Film After yang Tuai Kontroversi Lewat ‘After Everything’

Josephine Langford dan Hero Fiennes Tiffin dalam film After (Instagram @aftermovie) - Image

Josephine Langford dan Hero Fiennes Tiffin dalam film After (Instagram @aftermovie)

JawaPos.com – Waralaba film After banyak menuai sorotan setelah dirilisnya film kelima yang sekaligus menjadi penutup kisah After yang berjudul After Everything.

After Everything yang dirilis pada tahun 2023 lalu dianggap menyimpang dari kisah cinta orisinal antara Hardin dan Tessa, dua karakter utama yang telah menjadi ikon di kalangan penggemar.

Alih-alih menjadi penutup yang memuaskan, film kelima ini justru menimbulkan reaksi keras dan kekecewaan di berbagai platform media sosial.

Berikut 4 fakta penting yang menjelaskan penyebab kontroversi dari film After Everything, seperti dilansir dari laman Teen Vogue pada Jum'at (10/10).

  1. Kisah Baru Tanpa Fokus pada Pasangan Utama

Film After Everything tidak lagi berfokus pada hubungan Hardin dan Tessa seperti empat film sebelumnya. Sebaliknya, film ini memperkenalkan minat cinta baru bagi Hardin, yang diperankan oleh Mimi Keene dari Sex Education.

Langkah ini dianggap penggemar sebagai pengkhianatan terhadap alur utama yang menjadi daya tarik sejak awal. Banyak penonton merasa bahwa hilangnya dinamika pasangan “Hessa” menghilangkan inti emosional dari kisah tersebut.

  1. Penggunaan Adegan Lama untuk Karakter Tessa

Trailer After Everything memperlihatkan kemunculan Tessa melalui potongan adegan dari film keempat, After Ever Happy. Josephine Langford, pemeran Tessa, tidak lagi terlibat dalam proses syuting baru untuk film kelima.

Keputusan ini dinilai menunjukkan bahwa film kelima dibuat dengan memanfaatkan materi lama demi mempertahankan kontinuitas semu. Hal tersebut memperkuat anggapan bahwa produksi film dilakukan secara terburu-buru tanpa perencanaan yang matang.

  1. Reaksi Negatif dan Kekecewaan Penggemar

Sejak perilisan trailer, reaksi penggemar di media sosial membanjiri platform seperti X (Twitter) dan Instagram dengan kritik tajam. Banyak yang menilai alur ceritanya telah hancur dan tidak lagi mencerminkan semangat dari novel karya Anna Todd.

Beberapa penggemar bahkan menulis bahwa setiap film baru semakin menjauh dari sumber aslinya. Rasa kecewa ini meluas hingga ke pengikut setia yang sebelumnya selalu mendukung waralaba tersebut

  1. Ketidaksesuaian dengan Arah Cerita Novel Asli

Penggemar menilai bahwa After Everything melenceng jauh dari alur yang tertulis dalam novel. Dalam versi buku, hubungan Hardin dan Tessa memang mengalami pasang surut, tetapi tetap menjadi pusat narasi hingga akhir.

Walau adaptasi dari film After Everything sejatinya diambil dari kisah novel akhir After yakni After Ever Happy sekaligus dengan novel prekuelnya yang berjudul Before, dimana kisah Before sejatinya diambil dari kisah Hardin sebelum bertemu dengan Tessa.

Namun terlepas dari semua itu, banyak pihak beranggapan bahwa keputusan ini lebih didorong oleh kepentingan komersial daripada kesetiaan terhadap karya sumbernya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore