
Josephine Langford dan Hero Fiennes Tiffin dalam film After (Instagram @aftermovie)
JawaPos.com – Waralaba film After banyak menuai sorotan setelah dirilisnya film kelima yang sekaligus menjadi penutup kisah After yang berjudul After Everything.
After Everything yang dirilis pada tahun 2023 lalu dianggap menyimpang dari kisah cinta orisinal antara Hardin dan Tessa, dua karakter utama yang telah menjadi ikon di kalangan penggemar.
Alih-alih menjadi penutup yang memuaskan, film kelima ini justru menimbulkan reaksi keras dan kekecewaan di berbagai platform media sosial.
Berikut 4 fakta penting yang menjelaskan penyebab kontroversi dari film After Everything, seperti dilansir dari laman Teen Vogue pada Jum'at (10/10).
Film After Everything tidak lagi berfokus pada hubungan Hardin dan Tessa seperti empat film sebelumnya. Sebaliknya, film ini memperkenalkan minat cinta baru bagi Hardin, yang diperankan oleh Mimi Keene dari Sex Education.
Langkah ini dianggap penggemar sebagai pengkhianatan terhadap alur utama yang menjadi daya tarik sejak awal. Banyak penonton merasa bahwa hilangnya dinamika pasangan “Hessa” menghilangkan inti emosional dari kisah tersebut.
Trailer After Everything memperlihatkan kemunculan Tessa melalui potongan adegan dari film keempat, After Ever Happy. Josephine Langford, pemeran Tessa, tidak lagi terlibat dalam proses syuting baru untuk film kelima.
Keputusan ini dinilai menunjukkan bahwa film kelima dibuat dengan memanfaatkan materi lama demi mempertahankan kontinuitas semu. Hal tersebut memperkuat anggapan bahwa produksi film dilakukan secara terburu-buru tanpa perencanaan yang matang.
Sejak perilisan trailer, reaksi penggemar di media sosial membanjiri platform seperti X (Twitter) dan Instagram dengan kritik tajam. Banyak yang menilai alur ceritanya telah hancur dan tidak lagi mencerminkan semangat dari novel karya Anna Todd.
Beberapa penggemar bahkan menulis bahwa setiap film baru semakin menjauh dari sumber aslinya. Rasa kecewa ini meluas hingga ke pengikut setia yang sebelumnya selalu mendukung waralaba tersebut
Penggemar menilai bahwa After Everything melenceng jauh dari alur yang tertulis dalam novel. Dalam versi buku, hubungan Hardin dan Tessa memang mengalami pasang surut, tetapi tetap menjadi pusat narasi hingga akhir.
Walau adaptasi dari film After Everything sejatinya diambil dari kisah novel akhir After yakni After Ever Happy sekaligus dengan novel prekuelnya yang berjudul Before, dimana kisah Before sejatinya diambil dari kisah Hardin sebelum bertemu dengan Tessa.
Namun terlepas dari semua itu, banyak pihak beranggapan bahwa keputusan ini lebih didorong oleh kepentingan komersial daripada kesetiaan terhadap karya sumbernya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022