Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 23.49 WIB

Pesugihan Sate Gagak: Film Horor Komedi yang Mengisahkan Jalan Pintas Kekayaan Berujung Petaka

Poster resmi film Pesugihan Sate Gagak yang akan tayang di bioskop 13 November 2025 (Dok. Cinema XXI)

JawaPos.com - Perkembangan dunia perfilman Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kreativitas yang semakin kaya. Penonton kini disuguhi berbagai karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan cerita menarik dengan gaya baru.

Salah satunya adalah film Pesugihan Sate Gagak, sebuah karya yang memadukan horor dan komedi dalam satu sajian menarik. Tayang 13 November 2025, film ini siap memberikan pengalaman berbeda bagi para pecinta layar lebar.

Film Pesugihan Sate Gagak digarap oleh sutradara Etienne Caesar dan Dono Pradana. Naskahnya ditulis oleh Nuugro Agung, sementara film ini produksi oleh Cahaya Pictures bersama BASE Entertainment dan diproduseri oleh Aoura Lovenson dan Fauzar Nurdin.

Film Pesugihan Sate Gagak mengisahkan perjalanan kehidupan seorang pegawai warteg bernama Anto, yang diperankan oleh Ardit Erwandha. Anto hidup pas-pasan, namun harus menghadapi tuntutan besar untuk segera menikahi kekasihnya, Andini, yang dimainkan Yoriko Angeline. Permasalahannya tidak sederhana, sebab Anto diminta menyediakan mahar sebesar Rp150 juta hanya dalam waktu sebulan.

Dalam keterdesakan, Anto tidak sendirian. Anto ditemani dua sahabatnya yang juga menghadapi persoalan hidup masing-masing. Dimas, yang diperankan Yono Bakrie, adalah seorang konten kreator horor yang belum berhasil meraih popularitas. Sementara Indra, yang dimainkan Benidictus Siregar, diam-diam terjerat utang pinjaman online yang semakin menekan kehidupannya.

Cerita semakin menarik ketika Indra menemukan sebuah buku mantra kuno peninggalan kakeknya. Dari buku tersebut, terungkap sebuah ritual aneh yang dikenal dengan nama sate gagak. Konon, sate dari daging burung gagak bisa menarik makhluk halus yang bersedia membayar mahal demi bisa menikmatinya. Ritual itulah yang akhirnya mereka coba jalankan.

Awalnya, percobaan itu hanya dilakukan dengan iseng di malam Jumat. Namun, apa yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan. Makhluk-makhluk gaib seperti genderuwo, pocong, hingga kuntilanak benar-benar datang dan menyantap sate gagak yang mereka sajikan. Lebih mengejutkan lagi, setelah makan, para makhluk halus itu meninggalkan sejumlah uang dalam jumlah besar.

Keajaiban tak terduga itu membuat ketiga sahabat ini tergoda. Mereka semakin sering melakukan ritual tersebut. Semakin enak bumbu sate yang disajikan dan semakin tinggi harga yang dipatok, semakin banyak pula uang yang mereka peroleh. Hidup mereka berubah drastis: utang terbayar, kehidupan menjadi lebih mewah, dan Anto kembali percaya diri untuk melamar Andini dengan mahar yang diminta.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Makhluk-makhluk gaib yang awalnya hanya datang pada malam ritual mulai muncul di luar waktu. Mereka datang seperti pelanggan tetap yang tidak mengenal aturan, menagih sate kapan pun mereka inginkan. Kehadiran makhluk-makhluk ini menimbulkan suasana mencekam dalam kehidupan Anto dan sahabat-sahabatnya.

Apa yang semula mereka anggap sebagai keajaiban justru berubah menjadi jerat yang berbahaya. Ritual sate gagak semakin sering dijalankan, dan mereka pun terjebak dalam lingkaran ketergantungan. Setiap kali mencoba berhenti, para makhluk gaib itu semakin menekan dengan kehadiran yang terus-menerus menghantui.

Cerita ini berkembang menjadi kritik sosial terselubung mengenai keinginan manusia untuk mencari jalan pintas menuju kekayaan. Film Pesugihan Sate Gagak menegaskan bahwa segala sesuatu yang diperoleh secara instan tidak pernah datang tanpa konsekuensi. Kekayaan yang mudah didapat justru berisiko membawa masalah yang jauh lebih besar.

Dibalik kisahnya yang mencekam, film ini tetap menyajikan nuansa komedi yang segar. Lelucon dari para tokoh, terutama melalui interaksi tiga sahabat tersebut, menjadi bumbu yang membuat cerita tidak hanya menegangkan, tetapi juga menghibur. Kehadiran karakter-karakter lucu memberi keseimbangan antara ketegangan horor dan keseruan khas komedi.

Selain diperankan Ardit Erwandha, Yoriko Angeline, Yono Bakrie, dan Benidictus Siregar, film ini juga menghadirkan komedian senior Nunung dan Arief Didu. Kehadiran keduanya semakin memperkuat unsur komedi di tengah cerita yang dibalut ketegangan horor.

Pesugihan Sate Gagak menjadi tontonan yang tidak hanya memacu adrenalin lewat horor, tetapi juga mengundang tawa lewat komedi, sekaligus menghadirkan pesan moral yang mendalam.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore