Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 05.49 WIB

LMKN Sulit Hadirkan Data Pengguna Lagu secara Real Time, Bos Velodiva: Kami Punya Platformnya

Vedy Eriyanto, bos Velodiva. (istimewa) - Image

Vedy Eriyanto, bos Velodiva. (istimewa)

JawaPos.com - Kekisruhan soal royalti yang terjadi sejak beberapa tahun belakangan membuat sejumlah musisi, event organizer, hingga para pengguna lagu dan musik komersial ikut terkena dampaknya.

Sejumlah musisi dan pencipta lagu kebingungan bagaimana sebuah royalti dihitung dan dibagikan kepada para pemilik hak cipta. Salah satunya dialami penyanyi sekaligus pencipta lagu Ari Lasso. Dia bingung bagaimana angka royalti yang diperolehnya bisa dihasilkan karena tidak ada data berapa kali lagu ciptaannya diputar, kapan, dan dimana saja.

Pihak event organizer dan sejumlah tempat usaha yang memanfaatkan lagu menjerit. Mereka khawatir bakal dianggap melakukan pelanggaran hak cipta ketika menggunakan lagu, sebagaimana sempat dialami bos Mie Gacoan yang diseret ke ranah hukum gara-gara dianggap melakukan pelanggaran hak cipta.

Akar permasalahan sengkarut royalti karena tidak adanya data secara komprehensif dan real time yang dapat memonitor penggunaan lagu untuk kepentingan komersial. Alhasil, tudingan negatif hingga kecurigaan muncul dari sejumlah pihak. Mulai dari pemilik hak cipta, hingga para pengguna lagu yang bayar royalti namun mereka tidak yakin akan sampai dengan baik kepada para pemilik hak cipta.

Di tengah sengkarut permasalahan soal royalti, Velodiva, sebuah platform teknologi streaming musik komersial berbasis digital hadir dengan sebuah terobosan penting. Melalui platform ini, akan dapat terdeteksi dimana saja sebuah lagu diputar di seluruh wilayah Indonesia.

Platform ini bukan hanya dapat menyajikan data penggunaan musik secara real time lengkap dengan lokasi dan perangkat yang digunakan saat mengakses musik, tapi juga dapat memberikan estimasi nilai royalti atas sebuah lagu dengan menghitung berdasarkan data penggunaan sebuah lagu di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan platform Velodiva, para pemilik hak cipta bisa memantau secara langsung jumlah penggunaan lagu atas karya-karyamya, lengkap dengan nilai royalti yang didapat. Dengan demikian, mereka tidak perlu khawatir lagi royalti yang didapat tidak sampai.

"Dengan platform ini, kasus yang terjadi pada Ari Lasso tidak akan terulang lagi. Ari Lasso merasa lagunya banyak diputar, WAMI tidak bisa sebutkan angka detail jumlah penggunaan lagu dan dimana saja lagu Ari Lasso diputar. Akibatnya, pembagian royalti dengan sistem perkiraan. Tapi di sini kelihatan semua datanya," kata Vedy Eriyanto selaku bos Velodiva, di bilangan Senayan, Jakarta, Selasa (19/8)

Velodiva telah resmi menjadi mitra teknologi LMKN sejak awal tahun 2025. Jika LMKN menggunakan platform ini secara maksimal, Vedy memastikan sengkarut soal royalti tidak akan terjadi lagi di masa yang akan datang.

Menurut dia, pihaknya sudah punya pengalaman di bidang teknologi penyedia layanan dan Digital Service Provider. Dia pun memastikan Velodiva akan dapat bekerja dengan baik untuk mendeteksi semua lagu yang digunakan baik dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, India, dan lain-lain.

Jika masih ada yang meragukannya atau pihak pemerintah ingin tahu secara detail bagaimana platform Velodiva dapat dijalankan, dia mengaku siap untuk melakukan presentasi secara langsung. Vedy Eriyanto bahkan siap memaparkan teknologi buatannya yang merupakan karya anak bangsa kepada Presiden Prabowo Subianto dan pihak kementerian terkait.

"Dengan selesainya pembangunan semua platform pengelolaan royalti digital ini, kami sangat berharap bisa diberi kesempatan untuk melakukan audiensi dan presentasi langsung kepada Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto," tuturnya.

"Kami yakin ini adalah solusi yang sedang dicari oleh negara, karena teknologi ini bisa menjadi jawaban atas berbagai persoalan royalti yang masih marak terjadi. Dan yang paling penting, semua teknologi ini dikembangkan sepenuhnya oleh anak bangsa, tanpa campur tangan asing," imbuhnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore