
Film Elio. (IMDb)
JawaPos.com – Film terbaru Pixar berjudul Elio menyoroti karakter utama seorang anak berusia 11 tahun yang canggung, pemalu, dan berduka karena kehilangan orang tuanya.
Dilansir dari laman Indie Wire pada Sabtu (21/6), Dalam perjalanannya, Elio menjelma menjadi sosok eksentrik yang terobsesi dengan alien, mengenakan helm saringan logam dan berbicara dalam bahasa buatan sendiri, “Elio-ese”.
Perilakunya memancing perbandingan dengan karakter Disney lain, Lilo dari Lilo & Stitch, Namun Elio dinilai terlalu simpatik dan tidak cukup unik untuk benar-benar menonjol.
Kritikus menilai bahwa Elio terasa seperti bayangan dari kejayaan masa lalu Pixar. Film ini tampak tidak mampu menyamai kekuatan cerita dan orisinalitas film-film klasik Pixar seperti Ratatouille atau WALL-E.
Meski begitu, Elio tetap dipandang lebih baik dari beberapa rilisan Pixar terakhir, meskipun tak bisa lepas dari kesan bahwa studio tersebut kini lebih banyak meniru dibanding menciptakan sesuatu yang benar-benar segar.
Perjalanan produksi Elio sempat terguncang ketika Adrian Molina, sutradara asli sekaligus otak di balik Coco, digantikan oleh Domee Shi (Turning Red) dan Madeline Sharafian (Burrow).
Pergantian ini terjadi bersamaan dengan pengakuan kepala Pixar Pete Docter yang menyatakan bahwa studio akan beralih dari cerita personal menuju cerita dengan daya tarik massal. Beberapa elemen personal yang diangkat Molina pun akhirnya dihilangkan.
Film ini memiliki durasi 90 menit dan berjalan dengan tempo yang stabil, meski sempat melambat pada bagian menjelang akhir. Kisahnya berfokus pada Elio yang secara tidak sengaja dikira sebagai pemimpin Bumi oleh perwakilan galaksi luar angkasa bernama Communiverse.
Dimana kemudian terlibat dalam konflik diplomatik galaksi melawan musuh utama, Lord Grigon, penguasa dari ras cacing Hylurg yang penuh dendam.
Meski latar di Bumi terasa biasa dan kurang menonjol dalam segi visual, suasana di luar angkasa menjadi panggung eksplorasi visual yang lebih berani. Warna-warna cerah, sentuhan animasi grafis 2D, dan desain makhluk luar angkasa yang unik seperti Questa si pembaca pikiran dan monster batu Tegmen, menjadi sorotan positif dalam film ini.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
