
Gambar-gambar film Studio Ghibli yang terbaik menurut para fans. (cbr.com)
JawaPos.com – Siapa yang tidak kenal dengan Studio Ghibli? Studio animasi legendaris asal Jepang ini telah lama dikenal sebagai salah satu pelopor dalam dunia animasi Jepang, dengan karya-karyanya yang tidak hanya memikat penggemar anime, tetapi juga penonton umum dari berbagai usia.
Film-film Studio Ghibli dikenal karena alur ceritanya yang menyentuh, visualnya yang memukau mata, serta karakter-karakter yang penuh makna dan imajinasi. Bahkan, banyak orang yang sebelumnya tidak tertarik dengan anime pun jatuh cinta pada karya-karya Ghibli.
Selama beberapa generasi, film-film garapan Studio Ghibli telah membuktikan bahwa filmnya selalu berkualitas. Karya-karya dari Studio Ghibli meninggalkan kesan mendalam dan dikenang sepanjang masa. Banyak dari film ini juga cocok ditonton oleh segala usia, mulai dari My Neighbor Totoro yang ikonik hingga Ponyo yang penuh imajinasi dan keceriaan.
Namun, menentukan film Studio Ghibli yang terbaik tentu akan bersifat subjektif dan bergantung pada preferensi masing-masing individu. Meski begitu, ada sejumlah film yang secara konsisten disebut-sebut sebagai favorit oleh para kritikus maupun penggemar.
Maka dari itu, menurut para fans, berikut 4 film Studio Ghibli terbaik, sebagaimana dilansir dari cbr.com.
Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler!
4. Grave of the Fireflies
Berbeda dengan kebanyakan film Studio Ghibli yang identik dengan dunia fantasi penuh warna, Grave of the Fireflies temanya lebih realistis. Film ini berlatar Perang Dunia II dan mengisahkan tragedi dua bersaudara, Seita Yokokawa dan adik perempuannya yang berusia empat tahun, Setsuko, yang menjadi yatim piatu setelah kota mereka hancur akibat serangan bom.
Awalnya, Seita dan Setsuko tinggal bersama bibinya. Namun, suasana makin suram ketika Seita memutuskan untuk meninggalkan rumah tersebut dan berusaha menghidupi adiknya sendiri dengan uang peninggalan ibu mereka. Perjuangan Seita yang masih remaja untuk menjaga adiknya di tengah kelaparan dan kehancuran perang menjadi inti dari film ini.
Spoiler alert! Deskripsi di bawah mengandung alur cerita penting dari film.
Sayangnya, kisah mereka berakhir tragis. Setsuko meninggal karena kekurangan gizi, dan tak lama kemudian Seita juga menyusul. Setelah itu, roh Seita dan Setsuko muncul kembali, menyiratkan betapa pilunya kisah ini. Seita bahkan menatap langsung ke arah penonton dengan ekspresi yang akan menyentuh hati Anda.
Meskipun berat secara emosional, Grave of the Fireflies dipuji karena penyampaiannya yang sangat manusiawi dan jujur tentang dampak perang terhadap rakyat sipil, terutama anak-anak. Film ini bukan hanya salah satu karya terbaik Studio Ghibli, tetapi juga dianggap sebagai salah satu film anti-perang paling menyentuh sepanjang masa, bahkan berhasil meraih skor sempurna di situs Rotten Tomatoes.
3. The Tale of the Princess Kaguya
Diadaptasi dari cerita klasik rakyat Jepang The Tale of the Bamboo Cutter, film The Tale of the Princess Kaguya tampil berbeda dari film-film Studio Ghibli lainnya, terutama dari segi gaya visualnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
