Yo Jinhoo, salah satu karakter di Solo Leveling yang mengalami perubahan dalam adaptasi anime Solo Leveling (Dok. CBR)
JawaPos.com - Solo Leveling dengan cepat menjadi salah satu anime terpopuler di dunia. Popularitasnya tidak hanya karena animasinya saja. Sebelum menjadi anime yang paling disukai, Solo Leveling adalah manhwa yang sangat populer, yang sebelumnya juga diadaptasi dari seri light novel.
Adaptasi anime Solo Leveling tetap setia pada alur cerita utama versi manhwa, namun juga menyisipkan sejumlah perubahan yang kadang tidak bisa langsung terlihat. Perubahan ini tidak mencolok, namun tetap dapat terlihat bagi para penggemar setia manhwa-nya.
Mengutip cbr.com, berikut 5 hal di anime Solo Leveling yang berbeda dari manhwa-nya:
1. Anime Memberi Cha Haein Lebih Banyak Sorotan
Cha Haein merupakan karakter yang penting dalam Solo Leveling, namun di manhwa ia tidak mendapatkan sorotan yang cukup, terutama jika dilihat dari perannya dalam hubungan dengan Jinwoo. Kisah cintanya kerap dianggap dangkal dan kurang dikembangkan.
Dalam anime, mereka mencoba memperbaiki hal ini dengan memperkenalkannya sejak episode pertama, jauh lebih awal dibandingkan kemunculannya di manhwa (Chapter 65). Ia digambarkan sebagai Hunter kuat dan populer, dengan beberapa adegan tambahan yang memperluas perannya dalam cerita.
2. Kisah Yoo Jinho Lebih Diperluas dalam Anime
Sebagai sahabat dekat Jinwoo, Yoo Jinho mendapat porsi cerita yang lebih besar di anime dibandingkan di manhwa. Ia diperkenalkan lebih awal, dan hubungannya dengan keluarganya, terutama sang ayah, diperluas lewat adegan eksklusif anime.
Namun, sepupunya Yoo Suhyun, yang seharusnya muncul di episode 17 berdasarkan alur manhwa, belum ditampilkan karena fokus cerita diarahkan ke konflik utama. Menarik untuk ditunggu bagaimana perannya dikembangkan ke depan, mengingat keluarga Jinho kini mendapat perhatian lebih.
3. Evolusi Jinwoo Lebih Manusiawi di Anime
Perjalanan Jinwoo menuju kekuatannya yang luar biasa terasa lebih manusiawi dibandingkan di manhwa. Jika di manhwa ia tampak semakin dingin dan kehilangan sisi kemanusiaannya, di anime justru menampilkan sisi emosionalnya dengan lebih jelas, terutama saat ia terpaksa membunuh sesama manusia.
Dalam anime, Jinwoo terlihat lebih menyesal atas tindakan kejam yang harus ia lakukan karena sistem. Meski nuansa anti-hero khas manhwa sedikit berkurang, hal ini membuat perkembangan karakternya terasa lebih realistis dan menyentuh.
4. Pacing Anime Solo LevelingLebih Cepat daripada Manhwa
Anime Solo Leveling memiliki pacing yang lebih cepat dibanding manhwa-nya. Meskipun ini membuat beberapa detail kecil seperti interaksi Jinwoo dengan prajurit bayangannya terpotong, secara keseluruhan, alur cepat ini positif bagi cerita.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
