Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Maret 2025 | 18.33 WIB

Episode 22 Solo Leveling: Pertarungan S-Rank Memanas, Jinwoo vs Goto

Anime Solo Leveling season 2. (Crunchyroll) - Image

Anime Solo Leveling season 2. (Crunchyroll)

 

JawaPos.comSolo Leveling semakin memanas dengan pertarungan sengit di episode 22 bertajuk We Need a Hero. Pertarungan antar hunter S-Rank menjadi sorotan utama, sekaligus membangun ketegangan menjelang raid besar ke Pulau Jeju.

Episode ini dibuka dengan pertandingan persahabatan antara hunter terbaik dari Korea dan Jepang di dalam Hunter’s Association Gym.

Baek Yoonho, Ma Dongwook, Cha Hae-in, dan Lim Tae-Gyu mewakili Korea, sementara Tawata, Kumamoto, Hoshino, dan Tanaka dari Jepang menjadi lawan mereka.

Pertarungan berlangsung sengit, dengan masing-masing hunter mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Namun, keadaan menjadi kacau ketika Kumamoto kehilangan kendali akibat efek spesial dari kekuatannya.

Serangannya yang brutal hampir melukai Cha Hae-in, hingga Jinwoo turun tangan dan menghentikannya dalam satu gerakan cepat.

Momen ini menarik perhatian Goto Ryuji, hunter terkuat dari Jepang, yang tertarik menguji kekuatan Jinwoo.

Ia menantangnya dalam duel satu lawan satu tanpa aturan. Jinwoo menerima tantangan itu, dan keduanya langsung terlibat dalam pertarungan intens. Goto, yang sebelumnya mengira Jinwoo hanya mage-type hunter, terkejut melihat kecepatan dan kekuatannya yang luar biasa.

Jinwoo dengan mudah menghindari serangan-serangannya, membuat Goto mulai kehilangan kesabaran. Saat pertarungan mencapai puncaknya, para hunter lain terpaksa menghentikan mereka sebelum keadaan semakin di luar kendali.

Sementara pertarungan ini berlangsung, persiapan untuk raid ke Jeju Island juga mulai memasuki tahap akhir. Berita mengenai operasi besar ini menyebar luas, dan Joohee, seorang hunter B-Rank yang pernah berteman dekat dengan Jinwoo, mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia pun menghubungi guild-nya untuk mencari tahu lebih lanjut.

Di sisi lain, Jinwoo kembali ke rumahnya, di mana ia disambut dengan makanan buatan ibunya yang baru saja pulih. Meskipun merasa ingin membantu dalam raid, ia memilih untuk tetap tinggal dan merawat ibunya. Namun, di Pulau Jeju sendiri, ancaman semakin membesar.

Ratu semut menyadari bahwa koloninya mulai kehabisan sumber daya, sehingga mereka harus segera bermigrasi. Di saat yang sama, sebuah telur raksasa akhirnya menetas, melahirkan semut mutan humanoid yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Raid pun akhirnya dimulai. Armada kapal mengepung pulau, sementara para hunter bersiap menghadapi gerombolan semut yang akan menyerang. Tim Jepang memulai operasi dengan melepaskan gelombang sihir untuk mengalihkan perhatian para monster.

Sementara itu, tim Korea tiba di pulau dan segera bergerak menuju sarang ratu. Mereka hanya memiliki waktu satu jam sebelum para semut menyadari strategi mereka.

Namun, bahaya datang lebih cepat dari yang mereka kira. Saat para hunter Jepang bertarung dengan semut, salah satu dari mereka, Kenzo, terluka dan meminta bantuan penyembuhan dari Shimizu. Namun, sebelum ia sempat menyelesaikan tugasnya, kepala Shimizu tiba-tiba lenyap—dihancurkan oleh sosok misterius yang kini menatap mereka dengan mata merah menyala.

Serangan semut telah berubah menjadi mimpi buruk, dan nasib para hunter kini bergantung pada keputusan yang mereka buat dalam hitungan detik. Akankah mereka berhasil bertahan dari ancaman baru ini?

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore