JawaPos.com - Sebuah film dokumenter berjudul 'First Lady,' yang berfokus pada Kim Keon Hee, istri dari Presiden Yoon Suk Yeol, akan dirilis pada tanggal 12 Desember 2024.
Film 'First Lady' akan berfokus menggali lebih dalam, berbagai kontroversi seputar Kim Keon Hee.
Perilisan film ini telah menarik perhatian yang lebih besar, karena gejolak politik yang sedang berlangsung seputar deklarasi darurat militer Presiden Yoon Suk Yeol dan krisis pemakzulan yang terjadi.
Namun, rencana pemutaran film 'First Lady' di Majelis Nasional dibatalkan, sebagaimana yang diberitakan Allkpop.
“Sekretariat Majelis Nasional memberi tahu kami, bahwa mereka tidak akan mengizinkan pemutaran ‘First Lady’ di Majelis Nasional.”
“Saya memahami, bahwa Partai Kekuatan Rakyat menentang keras pemutaran film tersebut selama proses peninjauan reservasi tempat, yang mengarah pada ketidaksetujuannya,” jelas anggota parlemen dari Partai Demokrat Kim Jun Hyuk (10/12).
Sebagai informasi, film ini akan menampilkan penampilan dari beberapa tokoh, terkait dengan kontroversi masa lalu yang melibatkan Kim Keon Hee.
Termasuk di antaranya adalah Pendeta Choi Jae Young, yang menghadiahkan sebuah tas Dior.
Lee Myung Soo, seorang jurnalis dari 'Voice of Seoul' yang melakukan panggilan telepon selama tujuh jam dengan Kim Keon Hee, selama pemilihan presiden ke-20.
Serta Chung Dae Taek, seorang pebisnis yang terlibat dalam perselisihan hukum dengan keluarga Kim Keon Hee selama lebih dari satu dekade.
Sementara itu, Presiden Yoon mengumumkan keadaan darurat militer pada tanggal 3 Desember malam.
Namun, pada dini hari tanggal 4 Desember, Majelis Nasional mengeluarkan resolusi yang menuntut pengakhiran darurat militer.
Pada tanggal 7 Desember, Majelis Nasional mengadakan pemungutan suara untuk mosi pemakzulan terhadap Presiden Yoon.
Mosi tersebut gagal, setelah anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat meninggalkan sidang pleno.
Sebagai tanggapan, partai-partai oposisi mengumumkan rencana untuk mengajukan mosi pemakzulan kedua.
Netizen Korea Selatan menyambut positif film dokumenter ini, mereka mengaku antusias dengan apa yang akan diungkapkan dan ingin 'First Lady' ditayangkan di depan Majelis Nasional.
***