
Poster film Jumbo (Instagram @jumbofilm_id)
JawaPos.com – Film animasi Indonesia berjudul Jumbo sukses mencetak sejarah baru di industri perfilman nasional.
Dalam waktu tujuh hari sejak penayangan perdananya pada 31 Maret, film produksi Visinema Studios itu berhasil menarik lebih dari satu juta penonton di bioskop.
Sementara itu, dilansir dari laman Variety pada Sabtu (11/10), prestasi tersebut menjadikan Jumbo sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa, melampaui rekor Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir yang bertahan selama delapan tahun.
Film Jumbo disutradarai dan ditulis oleh Ryan Adriandhy, mengisahkan Don, seorang anak laki-laki yang berjuang mengejar mimpinya melalui pertunjukan bakat.
Cerita ini menyoroti tema keberanian, harapan, dan ikatan keluarga, yang diangkat dari buku dongeng peninggalan orang tua Don. Kisah hangat tersebut berhasil menggugah emosi penonton dari berbagai kalangan usia.
Produser Jumbo, Anggia Kharisma, menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan luar biasa masyarakat terhadap film ini. Ia menyebut angka penonton yang tinggi bukan sekadar pencapaian komersial, tetapi juga cerminan cinta dan kepercayaan publik terhadap karya anak bangsa.
Kesuksesan Jumbo semakin mengesankan karena hadir di tengah dominasi film horor yang menguasai lebih dari 50 persen rilis layar lebar Indonesia. Berbeda dari tren tersebut, Jumbo justru menonjol berkat penceritaan yang ramah keluarga dan pesan moral yang kuat.
Kehangatan karakter serta nilai persahabatan menjadikan film ini diterima dengan baik di semua kalangan penonton.
Selain merajai box office dalam negeri, Jumbo juga meraih perhatian global berkat dukungan besar di media sosial.
Para penonton yang menamakan diri mereka “Jumbo’s Free Buzzers” ramai membuat meme dan unggahan kreatif yang membuat film ini viral di X dan TikTok. Fenomena tersebut semakin memperkuat posisi Jumbo sebagai ikon baru animasi Indonesia.
Sutradara Ryan Adriandhy mengungkapkan kabar menggembirakan bahwa Jumbo akan tayang di 40 negara di berbagai benua.
Adriandhy menjelaskan bahwa kesepakatan distribusi telah terjalin dengan sejumlah wilayah, termasuk Rusia, Amerika Latin, Asia Timur, Asia Tengah, dan Afrika. Langkah ini menandai upaya konkret untuk membawa film animasi Indonesia ke panggung dunia.
Visinema Group, selaku rumah produksi, menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi industri animasi nasional di pasar global.
Perusahaan yang didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko ini sebelumnya juga sukses melahirkan karya populer seperti Nussa, Mencuri Raden Saleh, dan Keluarga Cemara. Dengan Jumbo, Visinema sekali lagi menunjukkan bahwa animasi karya anak bangsa mampu bersaing dan diapresiasi secara internasional.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
