Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Maret 2025 | 21.30 WIB

Anime Bartender: Glass of God, Reboot dengan Cerita Lebih Kompleks, Apakah Lebih Baik?

 

Anime Bartender: Glass of God yang ada di Netflix. (Screenrant)

JawaPos.com – Anime Bartender yang masih tayang di Netflix, kembali hadir dalam versi baru bertajuk Bartender: Glass of God, menawarkan pendekatan cerita yang lebih mendalam dan kompleks dibandingkan adaptasi tahun 2006.

Namun, perubahan ini justru menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar: apakah formula baru ini berhasil mempertahankan daya tarik aslinya, atau malah membuatnya kehilangan identitas?

Dilansir dari MyAnimeList, anime ini mengisahkan tentang Miwa Kurushima yang tengah mencari bartender berbakat untuk Hotel Cardinal.

Satu-satunya syarat dari pemilik hotel adalah bartender tersebut harus mampu membuat minuman sempurna yang disebut Glass of God. Namun, pencariannya mengalami kendala hingga akhirnya ia bertemu dengan Ryuu Sasakura, seorang bartender jenius yang mengelola bar Eden Hall di Ginza.

Dengan kemampuannya yang luar biasa dalam menciptakan koktail yang cocok untuk setiap pelanggan, Ryuu menarik perhatian ketua Hotel Cardinal.

Sejak saat itu, ia menjadi pelanggan tetap yang terus berusaha membujuk Ryuu untuk meninggalkan Eden Hall dan bergabung dengannya. Namun, keputusan itu tidak mudah bagi Ryuu.

Pendekatan Baru yang Lebih Dramatik

Menurut ScreenRant, perbedaan terbesar antara Bartender: Glass of God dan adaptasi 2006 terletak pada fokus cerita.

Jika versi 2006 menghadirkan format episodik dengan pendekatan slice of life, di mana setiap episode menceritakan kisah pelanggan yang datang ke Eden Hall dan bagaimana koktail Ryuu membantu mereka, maka versi 2024 mencoba sesuatu yang lebih besar.

Anime terbaru ini menambahkan konflik yang lebih dalam dengan menghadirkan latar belakang Ryuu serta dinamika dunia bartending yang lebih kompleks. Salah satu elemen baru yang paling mencolok adalah subplot Hotel Cardinal, yang berusaha merekrut Ryuu sebagai bartender eksklusif.

Meskipun pendekatan ini bisa menjadi daya tarik tersendiri, banyak penggemar merasa bahwa perubahan ini justru menghilangkan inti dari apa yang membuat Bartender begitu spesial.

Kritik terhadap Alur yang Terlalu Ambisius

Beberapa kritikus menilai bahwa Bartender: Glass of God mencoba untuk memperluas cakupan ceritanya dengan menambahkan konflik dan karakter baru yang lebih kompleks, tetapi justru kehilangan fokus utamanya.

Menurut ScreenRant, anime ini terlalu banyak memasukkan elemen seperti kontes bartending dan drama keluarga yang sebenarnya tidak terlalu relevan dengan konsep utamanya.

Contohnya adalah karakter Kelvin Chen, yang subplot-nya tentang masalah keluarga sering kali mengambil porsi cerita yang cukup besar. Hal ini membuat penonton lebih banyak disajikan drama tambahan dibandingkan eksplorasi tentang seni bartending itu sendiri.

Di sisi lain, versi 2006 lebih fokus pada interaksi antara bartender dan pelanggan. Setiap episode menyajikan kisah pelanggan dengan latar belakang unik, lalu diakhiri dengan momen healing melalui koktail yang diracik Ryuu. Ini memberikan nuansa relaksasi yang menjadi ciri khasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore