Anime Bartender: Glass of God yang ada di Netflix. (Screenrant)
JawaPos.com – Anime Bartender yang masih tayang di Netflix, kembali hadir dalam versi baru bertajuk Bartender: Glass of God, menawarkan pendekatan cerita yang lebih mendalam dan kompleks dibandingkan adaptasi tahun 2006.
Namun, perubahan ini justru menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar: apakah formula baru ini berhasil mempertahankan daya tarik aslinya, atau malah membuatnya kehilangan identitas?
Dilansir dari MyAnimeList, anime ini mengisahkan tentang Miwa Kurushima yang tengah mencari bartender berbakat untuk Hotel Cardinal.
Satu-satunya syarat dari pemilik hotel adalah bartender tersebut harus mampu membuat minuman sempurna yang disebut Glass of God. Namun, pencariannya mengalami kendala hingga akhirnya ia bertemu dengan Ryuu Sasakura, seorang bartender jenius yang mengelola bar Eden Hall di Ginza.
Dengan kemampuannya yang luar biasa dalam menciptakan koktail yang cocok untuk setiap pelanggan, Ryuu menarik perhatian ketua Hotel Cardinal.
Sejak saat itu, ia menjadi pelanggan tetap yang terus berusaha membujuk Ryuu untuk meninggalkan Eden Hall dan bergabung dengannya. Namun, keputusan itu tidak mudah bagi Ryuu.
Menurut ScreenRant, perbedaan terbesar antara Bartender: Glass of God dan adaptasi 2006 terletak pada fokus cerita.
Jika versi 2006 menghadirkan format episodik dengan pendekatan slice of life, di mana setiap episode menceritakan kisah pelanggan yang datang ke Eden Hall dan bagaimana koktail Ryuu membantu mereka, maka versi 2024 mencoba sesuatu yang lebih besar.
Anime terbaru ini menambahkan konflik yang lebih dalam dengan menghadirkan latar belakang Ryuu serta dinamika dunia bartending yang lebih kompleks. Salah satu elemen baru yang paling mencolok adalah subplot Hotel Cardinal, yang berusaha merekrut Ryuu sebagai bartender eksklusif.
Meskipun pendekatan ini bisa menjadi daya tarik tersendiri, banyak penggemar merasa bahwa perubahan ini justru menghilangkan inti dari apa yang membuat Bartender begitu spesial.
Beberapa kritikus menilai bahwa Bartender: Glass of God mencoba untuk memperluas cakupan ceritanya dengan menambahkan konflik dan karakter baru yang lebih kompleks, tetapi justru kehilangan fokus utamanya.
Menurut ScreenRant, anime ini terlalu banyak memasukkan elemen seperti kontes bartending dan drama keluarga yang sebenarnya tidak terlalu relevan dengan konsep utamanya.
Contohnya adalah karakter Kelvin Chen, yang subplot-nya tentang masalah keluarga sering kali mengambil porsi cerita yang cukup besar. Hal ini membuat penonton lebih banyak disajikan drama tambahan dibandingkan eksplorasi tentang seni bartending itu sendiri.
Di sisi lain, versi 2006 lebih fokus pada interaksi antara bartender dan pelanggan. Setiap episode menyajikan kisah pelanggan dengan latar belakang unik, lalu diakhiri dengan momen healing melalui koktail yang diracik Ryuu. Ini memberikan nuansa relaksasi yang menjadi ciri khasnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
