
Venom: The Last Dance menjadi seri penutup dari trilogi Venom yang dimulai pada 2018. (CosmicBook)
JawaPos.com – Sinopsis Venom 3 yang berjudul The Last Dance menyiratkan cerita akhir waralaba film yang dimulai pada 2018. Film ini akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada hari ini, Rabu (23/10).
Venom 3 dinantikan penggemarnya setelah apa yang terjadi di film sebelumnya. Di akhir Let There Be Carnage, Eddie Brock dan Venom terkirim ke dunia Marvel Cinematic Universe (MCU) sementara berusaha rehat dari dunianya sendiri,
Venom 3 disebut melanjutkan apa yang terjadi pada Eddie dan Venom. The Last Dance disutradarai Kelly Marcel dan dibintangi Tom Hardy, Chiwetel Ejiofor, Juno Temple, Rhys Ifans, Stephen Graham, Peggy Lu, dan Alanna Ubach.
Di Venom 2, Eddie dan Venom harus berhadapan dengan simbiot merah, Carnage, yang menghuni tubuh Kassady. Ketika mereka berhasil mengalahkan Carnage, secuil bagian tubuh Carnage memasuki tubuh Detektif Patrick Mulligan.
Di bagian akhir Venom 2, detektif itu berubah menjadi simbiot bernama Toxin. Simbiot ini akan muncul di Venom 3. Sebagai catatan, Venom membenci simbiot merah karena mereka dikenal sangat kuat. Jadi, tidak heran kalau dia agak takut menghadapinya.
“Di Venom: The Last Dance, Tom Hardy kembali sebagai Venom, salah satu karakter terhebat dan paling kompleks Marvel, untuk film terakhir di trilogi (Venom). Eddie dan Venom sedang menjadi buronan.
Diburu dunia mereka sendiri dan dengan pemburunya mendekat, duo itu dipaksa membuat keputusan menghancurkan yang akan menutup korden tarian terakhir Venom dan Eddie,” demikian bunyi sinopsis resmi Venom: The Last Dance yang dikutip dari ComicBook.com.
Trailer yang telah dirilis memperlihatkan Eddie/Venom dikejar pasukan dengan senjata lengkap yang dipimpin seorang tentara yang diperankan Chiwetel Ejiofor. Tak hanya itu, seorang ilmuwan juga mendukung perburuan itu karena pihak berwenang harus merahasiakan keberadaan Venom dan para simbiot.
Detektif Mulligan juga terlihat telah menyerap setetes tubuh simbiot dan akan menjadi Toxin. Tetesan tubuh itu berasal dari Carnage. Menurut komik Marvel, Toxin sangat kuat sehingga butuh kerja sama Venom dan Carnage untuk mengalahkannya. Tapi, di film hal itu sepertinya tidak akan terjadi.
Eddie dan Venom yang sedang menjadi buronan lari ke Las Vegas. Makhluk alien yang diduga sebagai pemakan simbiot, Xenophage, membuat kekacauan di bumi. Trailer itu juga menyiratkan kehadiran invasi alien, yaitu simbiot hivemind dari planet asal Venom, Klyntar.
Meski Toxin tampil di The Last Dance, lawan Venom di film itu diduga bukan simbiot merah tersebut. Makhluk lain, Knull, yang merupakan dewa simbiot dari Klyntar, akan menjadi musuh utama Eddie dan Venom di film ketiga tersebut.
Sampai saat ini, aktor pemeran Knull belum terungkap. Mereka yang mendapatkan kesempatan untuk premiere dan menonton untuk jam pertama adalah yang pertama tahu siapa pemeran karakter yang masih menjadi misteri tersebut.
Knull punya sejarah panjang di komik Marvel. Dia adalah pencipta ras simbiot sehingga dianggap sebagai dewa. Selain itu, dia juga punya kaitan dengan MCU karena dialah penempa pedang Necrosword yang dihunus Gorr the God Butcher di Thor: Love and Thunder.
Venom: The Last Dance mungkin menjadi film terakhir di warabala Venom di Sony’s Spider-Man Universe (SSU). Tapi, itu tidak berarti kisah Eddie Brock berakhir di sini.
Knull bisa menjadi lawan tangguh bagi Spider-Man di film selanjutnya. Spider-Man 4 telah direncanakan untuk dibuat, tapi, sampai kini belum ada kabar lebih lanjut. Venom: The Last Dance telah tayang di bioskop di seluruh Indonesia. (***)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
