
Poster film Dead Poets Society (1989) (https://www.rottentomatoes.com/m/dead_poets_society)
JawaPos.com - Generasi lama memiliki banyak sekali pendapat mengenai bagaimana mereka dibesarkan. Ada yang merasa bahwa pengawasan ketat adalah hal yang penting bagi anak-anak, lalu ada yang merasa bahwa anak-anak membutuhkan kebebasan untuk menjadi kreatif. Karena itu, ada banyak sekali gaya parenting, atau mengasuh anak.
Mereka yang tahu betapa kerasnya dunia orang dewasa mungkin akan merasa bahwa anak-anak harus siap dari kecil. Sehingga mereka menjadi orang tua yang sangat ketat, protektif dan posesif.
Anak-anak dari orang tua macam ini biasanya memiliki kelebihan di bidang akademis atau bidang lain yang mempengaruhi masa depannya. Namun, secara emosional anak tersebut belum tentu terbentuk.
Lalu ada orang tua yang berkebalikan, dimana mereka mementingkan kondisi emosional dan mental anak mereka. Orang tua macam ini lebih mementingkan kebahagiaan dan kepuasan anak mereka.
Anak-anak dari orang tua model ini dapat mengenali emosi mereka lebih baik, sehingga mereka dapat memilah apa yang baik dan buruk dengan benar. Namun, mereka akan kebingungan dalam mengetahui prospek terbaik mereka, karena kebebasan yang didapatkan sejak muda.
Sekolah adalah tempat terbaik untuk anak-anak mengembangkan kepintaran akademis, emosional dan sosial mereka. Tapi ada pula sekolah yang hanya mementingkan satu hal daripada lainnya.
Sebuah sekolah putra berasrama di New England memiliki banyak siswa dari berbagai latar belakang. Namun, salah satu yang paling umum adalah anak-anak dengan orang tua ketat dan sangat disiplin.
Tidak hanya itu, keduanya memiliki kakak laki-laki alumni sekolah yang sama, serta telah sukses dengan karir bagus. Kakak Todd adalah seorang pengacara, kakak Neil adalah seorang dokter.
Sekolah putra ini memiliki reputasi yang sangat baik, dimana mereka selalu berhasil meluluskan murid mereka ke universitas terbaik pilihan orang tua.
Guru-guru disana juga sama ketat dan disiplinnya. Kecuali Guru Bahasa Inggris baru mereka Mr. Keating (Robin Williams) yang sangat terbuka dan unik. Beliau dulunya juga adalah murid dari sekolah tersebut, sehingga beliau mengetahui hampir semua latar belakang murid-muridnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022