
Photo
JawaPos.com-Film Pamali yang dibintangi oleh Putri Ayudya dan Marthino Lio akan tayang di seluruh bioskop tanah air mulai 6 Oktober 2022. Film itu diadaptasi dari game Pamali: Indonesian Folklore Horror rilisan 2018.
Salah satu adegan yang ditampilkan dalam film Pamali, adanya perkelahian antara Putri Ayudya dan Marthino Lio. Perkelahian tersebut terjadi setelah Putri kerasukan. Dan dia pun dikepruk mengguanakan botol.
Putri Ayudya memastikan adegan itu dilakukan sendiri tanpa menggunakan pemeran pengganti. Meski adegan itu terlihat keras, namun sejatinya tidak terasa sakit. "Itu full technical. Take adegan berantem itu berkali-kali," kata Putri Ayudya saat ditemui di bilangan Thamrin Jakarta Pusat, Jumat (30/10).
Saat akan menjalani adegan berbahaya seperti berkelahi hingga dipukul dengan botol, ada tim khusus yang memastikan supaya terjaga keamanan Putri Ayudya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Kita dijagain, bukan hanya soal keamanannya saja, tapi juga stamina," tutur pemain film Guru Bangsa: Tjokroaminoto tersebut.
Dia juga mengatakan, menjalani syuting film Pamali, ada sejumlah hal yang sangat dijaga. Salah satunya sebisa mungkin film ini juga memanjakan para penggemar game dan cerita film tetap menarik dihadirkan untuk para penonton ditopang oleh kelihaian akting para pemainnya.
Memerankan karakter Rika, Putri Ayudya mengaku sangat menjaga hal itu. Dia harus memastikan akting yang dilakukannya tidak mengangkangi game-nya. "Dan kalaupun ada yang keluar (dari game) itu dipikirkan secara matang," jelasnya. Putri Ayudya secara pribadi mengakui tidak terlalu menyukai permaianan game. Akan tetapi dia sempat menonton game Pamali lantaran ikut memperkuat film ini. "Setelah syuting, aku nonton game-nya dan memang seru banget. Aku jadi ngerti kenapa intention jadi tinggi kalau main game," katanya.
Sementara itu, sutradara Bobby Prasetyo mengatakan mengadaptasi game ke film memiliki tantangan tersendiri. ’’Salah satu tantangannya bagaimana caranya supaya penonton dapat terhubung dengan kisah-kisah pamali serta unsur tradisi yang diceritakan. Sehingga para aktor menjadi kunci utama film ini," kata Bobby.
Film Pamali sendiri menceritakan pasangan suami-istri yang melanggar beberapa larangan yang dilanggar. Akibatnya, malah mendatangkan hal-hal buruk. Film ini diperkuat oleh Taskya Namya sebagai Nenden, Marthino Lio sebagai Jaka, Putri Ayudya sebagai Rika, Rukman Rosadi sebagai Dadang, Unique Priscilla sebagai Lilis dan Fajar Nugra sebagai Cecep. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
