Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 April 2022 | 05.16 WIB

Ingin Naik Kelas, Kuntilanak 3 Bertransformasi Jadi Horor Fantasi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kesuksesan film Kuntinak 2 membuat produser dan sutradaranya harus berpikir lebih keras lagi untuk hadirkan sebuah tontonan menarik di film Kuntilanak 3. Mereka ingin film selanjutnya jadi naik kelas. Berbeda dari film horor pada umumnya di tanah air.

Setelah melalui proses yang cukup panjang ditunjang oleh sejumlah riset, akhirnya film horor arahan sutradara Rizal Mantovani itu dibuat dengan kemasan horor fantasi. Pintu masuk menjadi fantasi kebetulan sudah ada di film Kuntilanak 2 yang sukses saat dirilis pada 2019 silam. Pintu masuknya lewat karakter Dinda (diperankan Nicole Rossi).

Sutradara Rizal Mantovani mengungkapkan, meskipun Kuntilanak 3 memasukkan unsur fantasi di dalamnya, secara cerita tetap dibuat selogis mungkin. Dia tidak mau ceritanya tiba tiba jadi aneh hanya karena memasukkan unsur fantasi di dalamnya.

"Kita tidak mau horor fantasi kita paksain ke cerita. Cerita harus natural, alami, tapi bisa masuk ke wilayah horor fantasi. Kami pun melakukan berbagai riset," kata Rizal Mantovani saat diwawancarai di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/4).

Rizal dan tim memasukkan unsur fantasi dalam film Kuntanak 3 terinspirasi dari cerita tradional khas Indonesia. Seperti adanya cerita orang memiliki kemampun berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu singkat, fenomena orang kebal, bola api, dan sejenisnya. "Cerita-cerita itu yang menginspirasi kami. Selain itu. kami juga mendapat inspirasi dari X- Men," tutur Rizal Mantovani.

Kekuatan yang dimiliki Dinda tidak disebut sebagai kekuatan super dalam film Kuntilanak. Ia disebut sebagai cenayang.

Film Kuntilanak 3 sendiri bercerita tentang Dinda (Nicole Rossi) yang dianggap aneh oleh anak-anak di kampungnya karena kekuatan yang dimilikinya setelah secara tidak sengaja dia melukai Panji (Adlu Fahrezy) dan Ambar (Ciara Brosnan).

Dinda sangat menyesal atas tindakannya tersebut. Dia meminta Tante Donna (Nena Rosier) untuk mendaftarkannya ke Sekolah Mata Hati supaya dia bisa belajar mengontrol kekuatannya. Di sekolah itu Dinda langsung mendapat teman sebayanya yaitu Denis (Farras Fatik) dan Uchi (Clarice Cutie).

Di sisi lain, saudara-saudara Dinda menyelidiki sekolah itu dan menemukan fakta aneh. Banyak murid yang tiba tiba menghilang. Miko (Ali Fikry) dan Kresna (Andryan Brima) memutuska menyusul Dinda  untuk membawanya pulang. Tapi Dinda sudah kadung betah di sana.

Baskara (Wafda Saifan), sang kepala sekolah, merasakan kehadiran Dinda membawa aura tersendiri. Hal ini dilaporkan ke Eyang Sukma (Sara Wijayanto) selaku pendiri sekolah yang tinggal di tempat tersembunyi dan tidak terlihat oleh para siswa.

Dinda adalah anak cenayang paling spesial yang pernah ada di sekolah itu. Ia keturunan Mangkujiwo dan jagal kuntilanak. Kekuatan-kekuatan kuntilanak yang telah ia bunuh mengendap di dalam dirinya. Dinda kini menemukan rintangan lain dalam hidupnya di semesta kuntilanak. (*)

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore