
Jungkook melakukan photoshoot untuk album GOLDEN / Sumber: Weverse
JawaPos.com - Dengan dirilisnya "Seven" (feat. Latto) pada musim panas lalu, Jungkook mulai mempromosikan album debutnya, GOLDEN, yang dapat digambarkan sebagai busur emasnya.
Sangat jelas ketika melihat kembali ke belakang bahwa "Seven" adalah petunjuk awal tentang ide dan nilai yang mendasari pembuatan GOLDEN.
Dilansir dari Weverse Magazine, adanya versi eksplisit bukan hanya karena bahasanya yang kuat, tetapi juga karena mencakup nuansa seksual yang muncul dari cinta yang dibagi antara dua orang.
Ini adalah kisah yang sudah ada sejak lama dalam dunia musik pop, namun entah bagaimana K-pop selalu tampak menghindarinya sampai lagu ini muncul ke publik.
Lagu-lagu dari GOLDEN mengikuti perjalanan emosional yang akan dilalui oleh sebuah hubungan yaitu dimulai dari percikan cinta pertama dalam "Closer to You" (feat. Major Lazer) dan "Yes or No".
Kemudian perasaan itu berkembang menjadi kepercayaan diri yang meluap dalam "3D" (feat. Jack Harlow) dan "Standing Next to You".
Rasa putus asa yang dalam yang tertuang pada lagu "Hate You", dan akhir yang menghancurkan dalam "Too Sad to Dance" dan "Shot Glass of Tears."
Jungkook tidak mengklaim sebagai penulis lagu atau produser dalam album ini. Sebaliknya, ia mencari penulis lagu dan produser yang dapat diandalkan.
"Standing Next to You" adalah lagu menonjol yang dibuat oleh Andrew Watt, yang juga membuat "Seven", bersama Circuit. Selain itu, terdapat penyanyi papan atas Shawn Mendes yang terdaftar sebagai salah satu penulis untuk lagu "Hate You".
Ed Sheeran juga membantu menulis dan memainkan gitar untuk lagu "Yes or No." Jung Kook menggunakan selera musiknya untuk memilih musik yang bagus dan dari sana ia menampilkan vokal pop nya yang luar biasa.
Sedangkan lagu "Seven" dan "3D" yang bergaya tahun 2000-an menunjukkan garis retro dimulai sejauh menyangkut artis muda.
"Standing Next to You" melesat melewati Usher dan kembali ke Michael Jackson dengan suara funk atau disko.
Album ini tidak hanya bermain dengan garis waktu musik pop, tetapi juga menggunakan musik dansa.
“Closer to You," yang dibuat dalam kolaborasi dengan Major Lazer, memiliki unsur reggaeton, dan "Please Don't Change," yang menampilkan DJ Snake, merupakan pengingat bagaimana DJ ini pernah membawa Justin Bieber ke tingkat yang lebih tinggi.
Format album seringkali dibungkus dengan beberapa hal yaitu ambisi artistik, komposisi organik, proyeksi diri.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
