SENSORIK: Jeng Yah (kiri) dan Raya dalam salah satu adegan serial Gadis Kretek yang berlatar waktu 1960-an.
Indonesia menjadi sorotan dalam Busan International Film Festival (BIFF) 2023. Sebanyak 17 karya sinematik Indonesia diputar di kawasan Centum-ro, Busan, Korea Selatan, dalam gelaran Renaissance of Indonesian Cinema. Di antaranya, 24 Jam Bersama Gaspar, Sara, dan serial Gadis Kretek. Jawa Pos berkesempatan menyaksikan world premiere ketiganya.
GADIS KRETEK merupakan satu-satunya serial dalam gelaran Renaissance of Indonesian Cinema pada BIFF 2023. Rencananya, serial yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ratih Kumala itu tayang di Netflix secara global pada 2 November mendatang.
Dua di antara total lima episode Gadis Kretek diputar perdana pada Kamis (5/10) waktu setempat. Karya sinematik Kamila Andini dan Ifa Isfansyah itu berdurasi satu jam. Penonton dibuat terkesima sejak Dasiyah alias Jeng Yah yang diperankan Dian Sastrowardoyo membuka adegan, lalu disusul kehadiran Soeraja alias Raja yang diperankan Ario Bayu.
Sekelumit intro tersebut mengantarkan ke rangkaian adegan berikutnya yang berlatar masa sekarang. Jeng Yah menjadi pusat dunia Raja, bahkan setelah dia renta dan sakit-sakitan. Raja tua yang diperankan Pritt Timothy meminta anaknya mencari Jeng Yah.
Siang itu audiens bertepuk tangan setelah dua episode rampung ditayangkan. Para cast bersama Kamila dan Ifa terlihat bangga atas sambutan tersebut. ’’Saya sudah berhenti merokok, tapi melihat serial ini, saya kepikiran buat merokok lagi. Haha...,” seloroh seorang moviegoer lokal.
Gadis Kretek menawarkan pengalaman lain bagi para penonton, baik yang sudah maupun belum membaca bukunya. Banyak adegan yang memberikan pengalaman sensorik bagi penonton, terlebih di layar besar dengan audio mumpuni. Ada suara cengkih digerus, daun tembakau dirajang, dan embusan napas Jeng Yah saat membaui kretek. Kamila dan Ifa juga banyak menggunakan konsep zoom untuk menampilkan guratan dan tekstur daun tembakau serta asap kretek.
’’Gadis Kretek ini berkisah tentang perempuan dengan bakat dan passion yang unik, tapi jarang diangkat. Kami ingin sensitivitas dan bakat tersebut dirasakan penonton,” terang Ifa usai pemutaran karyanya.
Dari segi cerita, serial Gadis Kretek berbeda dengan novelnya. Serial Gadis Kretek berfokus pada bisnis kretek Jeng Yah dengan latar waktu 1960-an. Perjuangan Jeng Yah meyakinkan keluarga terkait bisnisnya dan menolak perjodohan dengan orang asing menjadi nyawa serial tersebut. Penonton disuguhi emosi beragam Jeng Yah.
Sementara itu, Kamila menyebut serial Gadis Kretek sebagai potret agrikultural di Indonesia. ”Banyak orang bergantung sama industri ini. Kebetulan di dekat rumah saya ada ladang tembakau juga,” paparnya.
Pengalaman serta eksplorasi Ifa dan Kamila terhadap Gadis Kretek justru membuat mereka memberikan ruang yang luas kepada para pemain serialnya. Ratih yang terlibat sebagai penulis naskah serial bersama Tanya, Kanya K. Priyanti, dan Ambaridzki Ramadhantyo juga membebaskan para pemain melakukan improvisasi. (len/c6/hep)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
