MASIH ENERGIK: Mengenakan jaket tebal dan baju rangkap lima, Mus Mujiono tampil all-out mengajak penonton Jazz Gunung Bromo bernostalgia.
Di usia yang sudah menginjak 63 tahun, banyak hal yang saat ini jadi pertimbangan Mus Mujiono ketika menerima job. Tidak bisa seperti dulu yang selalu ”oke” dan ”ayo”, sekarang pria asli Surabaya itu lebih selektif lagi.
---
KONDISI fisik yang tidak seperti dulu jadi pertimbangan. Nono –sapaan Mus Mujiono– lebih memilih mengambil pekerjaan yang tidak terlalu padat. ”Yang tidak masuk akal, ya tidaklah,” jelasnya. Tapi, begitu perform di panggung, penampilan Nono tetap seperti dulu. Energik, perfeksionis, dan sangat detail. Seperti yang dia tampilkan dalam Jazz Gunung Bromo akhir Juli lalu.
Meski harus memakai jaket tebal dan baju rangkap lima, adik legenda musik Indonesia Mus Mulyadi itu tetap tampil sempurna. Lagu-lagu hit seperti Tanda-Tanda, Satu Jam Lagi, hingga Arti Kehidupan dibawakannya tanpa cela.
”Kendala manggung di cuaca dingin hanya di bagian jari-jari ini sebagai gitaris. Kram,” ucapnya, lantas tertawa. Di luar itu, dia mengatakan tidak ada kendala tampil di ketinggian sekitar 2 ribu meter di atas permukaan laut tersebut.
Meski sudah berusia di atas 60 tahun, Nono menuturkan, rahasia performa apiknya di panggung dan fisik yang tetap terjaga adalah doa. Dia tidak pernah lupa meminta kemudahan dan pertolongan kepada Tuhan tiap kali tampil. ”Kita harus ingat Tuhan, semuanya ini kuasa Tuhan,” bebernya.
Hal itu dilakukan sejak dulu. Musisi yang mendapat julukan Jimmy Page-nya Indonesia itu selalu menyempatkan diri berdoa agar diberi kelancaran. ”Sebelum berangkat, saya berdoa, minta bantuan Tuhan. Saya ingin menghibur dengan tulus. Terutama jari-jari ini dilancarkan karena saya seorang gitaris,” ungkap dia.
Selain itu, dia juga menjaga pola makan. Punya penyakit bawaan seperti diabetes, asam lambung, hingga mag, Nono tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan. ”Nasi tetap makan, tapi nasi merah,” jelasnya.
Rahasia lainnya adalah pria yang lahir pada 15 Maret 1960 itu rutin mengonsumsi jamu tradisional. Antara lain, beras kencur, kunyit asam, dan lain-lain. ”Itu sangat berpengaruh untuk kesehatan,” ungkapnya.
Lepas dari itu, dia tidak menampik penampilannya yang tetap prima adalah hasil kerja keras. Dulu ketika mengawali karier sebagai gitaris, hampir tiap hari dia berlatih. ”Bangun sampai mau tidur pun, saya main gitar,” kenangnya.
Bahkan, ketika namanya sudah dikenal di belantika musik Indonesia, Nono tidak pernah berhenti latihan. Tiap hari, 2–3 jam dia selalu melatih jari-jarinya di atas senar gitar. ”Kalau sekarang sudah ada cucu, sulit. Baru 10 menit, cucu sudah ngajak main,” paparnya, lantas tersenyum. (rid/c6/nor)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022